Presiden SBY Pemimpin Negara yang Kedua Salat di Masjid Raya Tebing Tinggi Minta Walikota Selalu Dekat dengan Rakyat
Tebing Tinggi, (Analisa)
Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY) merupakan presiden kedua yang pernah salat di Masdjid Raya Kota Tebing Tinggi, yang pertama Presiden pertama Ir Soekarno tahun 1957an.
Kedatangan orang nomor satu di Indonesia, Jumat (18/7) cukup mendapat sambuntan hangat dari masyarakat Tebing Tinggi, walaupun sekedar singgah dan saalat Jumat di Masdjid Raya Tebing Tinggi dalam perjananan menuju Simalungun.
Tapi spontanitas masyarakat Kota Tebing Tinggi ingin dekat dan menyambut kedatangan Presiden dan Ibu Ani Yudhoyono beserta rombongan di kota lemang.
Begitu antusias dengan penuh kesabaran kedatangan orang nomor satu di Indonesia ini ternyata benar dan singgah di rumah dinas Walikota Tebing Tinggi, kedatangan Presiden dan rombongan disambut hangat Walikota Ir H Abdul Hafiz Hasibuan, Wakil Walikota Drs H Syahril Hafzein, Sekda H. Irham Taufik Umri, SH, MAP, Kajari H Khairil Aswan Harahap SH, mewakili Ketua PN Didik T Sulistya SH dan Ketua Kadin Kota Tebing Tinggi, HM Daniel Sultan, SE dan pemuka masyarakat Tionghoa, Agus Susanto serta undangan lainnya.
Ikut rombongan Presiden, Menseskab Sudi Silalahi, Mendagri Mardiono, Menteri Pertanian Anton Apriantono, Gubsu H Syamsul Arifin, SE, Pangdam I/BB Mayjen TNI Markus Kusnowo, Kapolda Sumut Irjen Nurudin Usman, DPP Partai Demokrat Korwil Sumut Solon Sihombing, Bupati Dairi DR. MP Tumanggor, anggota DPRD Sumut Ir GM Chandra Panggabean dan Parlindungan Purba serta beberapa pejabat lainnya.
Dekat Dengan Rakyat
Presiden dengan Walikota Ir H Abdul Hafiz Hasibuan tidak dapat diliput secara langsung. Namun walikota mengatakan dalam pertemuan itu, Presiden menekankan agar selama menjadi pemimpin harus tetap dekat dengan rakyat dan menjalin kerjasama dalam segala bidang.
Dalam kesempatan itu walikota menyebutkan visi dan misi Kota Tebing Tinggi yang utama masalah pendidikan. Mendengar hal itu, Presiden spontanitas memberikan bantuan berupa buku bacaan ke Perpustakaan Kota Tebing Tinggi.
Usai pertemuan itu, Presiden dan Walikota Tebing Tinggi bergerak menuju Masjid Raya Kota Tebing Tinggi Jalan Soeprapto.
Presiden pada kesempatan itu memberikan sumbangan untuk pengembangan pembangunan Masjid Raya ini sebesar Rp100 juta. Selama Presiden berada di rumah dinas maupun setelah usai melakukan salat Jumat, puluhan ribu masyarakat Kota Tebing Tinggi beserta para pelajar tetap sabar menunggu Presiden dan rombongan melintas menuju Simalungun.
Walaupun kondisi cuaca mendung di Kota Tebing Tinggi, semakin membuat ribuan pelajar tetap sabar menunggu Presiden dan rombongan lewat.
Presiden terus melambaikan tangannya membalas sambutan para pelajar dengan membuka kaca pintu mobil. Demikian juga halnya, setelah usai salat Jumat, warga berebut untuk dapat menyalami Presiden.
Sementara itu, saat Presiden melakukan salat Jumat, Ibu Negara Ani Yudhoyono yang dijamu istri Walikota Hj Nuraisyah Siregar di rumah dinas Walikota memanggil seorang guru SMA Negeri 3, Salmah Harun SPd.
Disebutkan, Salmah harus sering berhubungan dengan Ibu Negara Ani Yudhoyono melalui SMS. Dalam pertemuan itu, Ibu Negara Ani Yudhoyono memberikan bingkisan kepada Salmah Harun SPd.
Pematang Siantar
Sementara di Pematang Siantar, puluhan ribu warga kota Pematang Siantar-Simalungun menyambut hangat kunjungan Presiden bersama rombongan sembari mengelu-elukannya dengan melambai-lambaikan tangan mulai memasuki daerah bercurah hujan cukup tinggi itu hingga ke batas kota menuju kota turis, Parapat.
Sepanjang jalan yang membelah kota berpenduduk 234 ribu jiwa itu menyemut. Kerinduan rakyat untuk melihat secara langsung pemimpin negaranya itu bagai tak terbendung aparat yang ditugaskan pengamanan jalur yang dialui.
Namun kerumutan rakyat yang berjubel sepanjang jalan protokol itu tidak sampai mengganggu laju kenderaan yang ditumpangi kepala negara bersama rombongan.
Bahkan denyut nadi perekonomian pada jantung kota itu bagai terhenti karena nyaris semua aktifitas masyarakat sepanjang pusat perekonomian itu terhenti. Kegiatan jual belipun ditunda sementara untuk menyaksikan kehadiran Presiden.
Kepuasan rakyat tampak jelas setelah melihat langsung Presiden SBY yang menumpangi mobil mercy dengan plat Indonesia 1 dengan melambaikan tangan sembari menebar senyum kepada rakyat yang menyambutnya.
Informasi dihimpun Analisa, Jumat malam Presiden SBY akan menutup kalender tahunan pesta Danau Toba di Parapat. Agenda kunjungan dilanjutkan dengan kegiatan panen raya di kecamatan Panombean Pane, Simalungun dan meresmikan penggunaan kantor bupati Simalungun di Pematang Raya selanjutnya kembali setelah mendapat jamuan makan di rumah dinas bupati Simalungun di Pematang Siantar.
Hujan
Liputan Analisa di kota pintu gerbang tujuan wisata, Parapat itu, Jumat sore tampaknya iklim berubah secara drastis. Semula cuaca sangat cerah, malah terkesan sangat gerah karena sengatan sang mentari.
Namun begitu rombongan masuk ke daerah “Habonaron do bona” itu awan tebal secara perlahan menyelimutinya.Gerimispun turun, kemudian mengucur deras dan berlangsung lama.
Beberapa pengetua menyebutkan, perubahan itu merupakan suatu pertanda kebaikan bagi kedua daerah berdampingan ini.Hujan merupakan berkah.
Mudah-mudahan kehadiran Kepala Negara bersama rombongan membawa berkah bagi bangkitnya pertanian dan pariwisata di Sumut,utamanya Siantar-Simalungun.
Sebab bangkitnya pertanian dan pariwisata diyakini pertumbuhan perekonomian meningkat yang pada gilirannya berimbas bagi kesejahteraan dan kemakmuran rakyat. Semoga, ujar pengetua adat itu. (cha/jap)
|