Hari Pers
Antara/bhakti pundhowo. Sejumlah siswa SD Al- Muslim Sidoarjo, membawa karangan bunga dan bendera Merah-Putih, ketika memperingati Hari Pers Nasional 2010 di depan Gedung Monumen Perjuangan Pers Surabaya, Senin (8/2).
Antara/bhakti pundhowo. Sejumlah siswa SD Al- Muslim Sidoarjo, membawa karangan bunga dan bendera Merah-Putih, ketika memperingati Hari Pers Nasional 2010 di depan Gedung Monumen Perjuangan Pers Surabaya, Senin (8/2).
Antara/ujang zaelani. Ketua Panitia Khusus (Pansus) Bank Century, Idrus Marham (tengah), berbincang dengan Wakil Ketua Pansus Bank Century, Gayus Lumbun (kanan), dan Mahfud Sidiq (kiri), sebelum rapat konsultasi di Jakarta, Senin (8/2).
Antara/fanny octavianus. Wayang potehi dari kelompok Lima Merpati, Surabaya, beraksi dalam rangkaian acara "Night of Thousand Lantern" di Grand Indonesia Shopping Town, Jakarta, Senin (8/2).
Antara/bhakti bundhow. Seorang mahasiswa mengikatkan prototipe charger ponsel bergerak dipinggulnya, saat uji praktek di kampus ITS Surabaya, Senin (8/2).
Teheran, (Analisa). Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad berkunjung ke pameran sains laser Iran di Teheran, Iran, Minggu (7/2).
London, (Analisa). Petenis Russia Svetlana Kuznetsova (kanan), dan Alisa Kleybanova meluapkan kegembiraan setelah pertandingan ganda Piala Federasi Grup Dunia menghadapi Jelena Jankovic dan Ana Ivanovic.
Madrid, (Analisa). Pemain Sevilla Diego Perotti asal Argentina (kiri), duel untuk memperebutkan bola dengan pemain Zaragoza Leonardo Ponzio dalam Liga Spanyol stadion La Romareda, Spanyol Senin dinihari WIB.
| Penyakit Cikungunya Marak di Aceh Tamiang |
|
|
|
Tualang Cut, (Analisa) Penyakit cikungunya yang disebabkan gigitan nyamuk jenis Aedes Albopictus terus meluas di wilayah Aceh Timur dan Aceh Tamiang. Khusus Kabupaten Aceh Tamiang, setelah 23 desa di delapan kecamatan terserang cikungunya beberapa waktu lalu, kini kasus itu merambah Kecamatan Manyak Payed. Menurut laporan bidan desa di Manyak Payed, hingga sekarang tercatat 120 kasus, sedangkan kasus cikungunya secara keseluruhan di Aceh Tamiang mencapai di atas 1.200 kasus. Kepala Puskesmas Manyak Payed, dr Mustakim kepada wartawan baru-baru ini mengatakan sejak dua bulan lalu cikungunya sudah mulai dirasakan gejalanya dan sekarang sudah terindentifikasi sebanyak 120 kasus. Adapun desa yang terserang cikungunya di Manyak Payed antara lain Desa Pandan Sari, Meunasah Paya, Krueng Sikajang, Bandung Jaya, Seuneubok Baro, Bukit Panjang, Raja Tuha, Ujung Tanjung, Matang Cincin, dan Lueng Manyo. "Tiap hari ada warga yang terjangkit cikungunya," ujarnya. Untuk memberikan pertolongan kepada warga yang terkena penyakit tersebut, pihak Puskesmas Manyak Payed langsung melakukan koordinasi dengan bidan desa. Selanjutnya turun tim ke lapangan dan melakukan fogging/pengasapan. Bantuan Medis Ketua MDSK Kampong Lueng Manyo, Ilyas Zakaria mengatakan, saat ini sekitar 20 warganya terserang cikungunya namun karena tidak ada bidan desa yang tinggal di desanya, mereka minta bantuan medis dari mantri kesehatan yang keliling kampung. "Sekali suntik Rp 40.000," kata Ilyas. Pihak desa berharap Dinas Kesehatan Aceh Tamiang menempatkan bidan desa di desa mereka sehingga saat warga membutuhkan pertolongan bisa segera tertanggulangi atau ada solusi secara medis. Sementara itu, Datok Penghulu (kepala desa-red) Tanjung Seumantoh, Saiful Alam kepada Analisa, Jumat(27/11) kemarin juga membenarkan warga desanya juga terserang penyakit cikungunya ini. "Termasuk dirinya yang baru saja sembuh," sebutnya. Beberapa waktu lalu, Pemkab Aceh Tamiang menetapkan status penyakit cikungunya di kabupaten itu sebagai kejadian luar biasa (KLB). Literatur di bidang kesehatan menyebutkan, virus penyebab demam cikunguya digolongkan pada keluarga togaviridae, genus alphavirus. (ed) |
Kembali ke Halaman Sebelumnya