Jentera - Minggu, 13 Mei 2012 00:45 WIB Oleh: M. Ali Akbar. TIM Macan Sumatera terlihat sedang menyusun strategis untuk dapat meraih bendera lawan sebagai simbol kemenangan. Tim lawan nampaknya tidak mau bendera berhasil diraih. Strategis juga disusun untuk menjaga bendera dan sekaligus meraih bendera pihak lawan. Aksi tembak-tembakan antar kedia tim masing-masing tim berjumlah lima orang berlangsung secepat. Sepuluh wasit yang berada di lapangan Paintball dengan serius mengamati aksi tembak-tembakan untuk menjaga agar masing-masing tim tidak melanggar aturan yang ditetapkan.
|
Jentera - Minggu, 13 Mei 2012 00:43 WIB
Oleh: Iqbal Nasution. Indonesia tidak hanya dikenal di pentas dunia dari kekayaan sumber daya alam (SDA) atau kesenian budaya yang dimilikinya, tapi masih banyak hal lain yang mengharumkan nama negera berlambang garuda tersebut. Prestasinya di dunia olahraga, juga sempat dibanggakan, meski saat ini merosot tajam. Hal itu, tentunya mengundang keprihatinan, sehingga perlu kerja keras untuk membangkitkan kembali prestasi olahraga Indonesia. Guna mewujudkannya, maka diperlukan perhatian dari semua pihak, mulai dari pemerintah, swasta dan masyarakat.
|
Jentera - Minggu, 13 Mei 2012 00:41 WIB
Oleh: Adelina Savitri Lubis. TAK sampai sebulan lagi, Kota Medan akan dipenuhi wisatawan mancanegara. Kunjungan mereka ke Kota Medan bukan sekadar meramaikan jalanan dan beberapa pusat jajanan di Kota Medan. Kegiatan Indonesia Open Medan Paintball Fiesta 2012, dipastikan menjadi alasan atas kunjungan mereka. Bayangkan saja, untuk kegiatan ini Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan (Disbudpar) berani menargetkan mendatangkan 250.000 wisatawan ke Kota Medan. Meskipun ini bukanlah angka yang fantastis, namun diharapkan kegiatan ini dapat menyukseskan program Pemerintah Kota Medan, Visit Medan Year 2012.
|
Jentera - Minggu, 13 Mei 2012 00:40 WIB
Oleh: Muhammad Arifin. Pelaksanaan Kejuaraan Paintball yang akan digelar Pemko Medan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan pada pertengahan Juni 2012, bakal terus dipantau anggota DPRD Kota Medan.Bahkan anggota Komisi C DPRD Kota Medan, Jumadi menyatakan, akan hadir langsung melihat kejuaraan yang bakal diikuti puluhan negara dan ribuan peserta.
|
Jentera - Minggu, 13 Mei 2012 00:38 WIB
Oleh: Fahrin Malau. PaintbaLl tahun 2000-an sudah diperkenalkan di Sumatera Utara. Kehadiran paintball awal mulanya belum banyak dikenal. Ini karena awal mula paintball hadir tidak mendapat respon positif dari pemerintah. Kurangnya sambutan pemerintah, kehadiran paintball kurang mengalami perkembangan. Sampai saat ini tidak banyak tempat paintball. Tercatatat di Indonesia tempat paintball hanya ada di Medan, Jakarta dan Yogyakarta. Lambannya perkembangan paintball di Indonesia tidak terlepas dari berbagai persoalan yang dihadapi. Apa-apa saja persoalan yang dihadapi, berikut ini petikan wawancara dengan Ketua Asosiasi Paintball Indonesia Sumatera Utara, Palti Siregar.
|
Jentera - Minggu, 13 Mei 2012 00:34 WIB
Oleh: Fahrin Malau. Bermain paintball memberikan kesenangan tersendiri. Bermain paintball seolah-olah kita dihadapi tantangan untuk mencapai tujuan, melumpuhkan dan merebut bendera lawan. Bila berhasil, ada kepuasan tersendiri. Apalagi bermain paintball dilakukan secara tim, bukan individu. Rasa solidaritas sesama tim harus terjalin kuat.
|
Jentera - Minggu, 29 Apr 2012 00:37 WIB
Menapaki Hari Bumi sepekan lalu, mengingatkan manusia dengan bumi yang kian menua. Banyak faktor mempengaruhi tingkatan kerusakan alam Indonesia khususnya hutan. Menelisik lebih spesifik terhadap hutan yang menjaga dua ekosistem sekaligus antara laut dan darat, hutan mangrove merupakan hal terpenting bagi bumi kita. Indonesia memiliki hutan mangrove terluas di dunia, khususnya pesisir pulau Sumatera.
|
Jentera - Minggu, 29 Apr 2012 00:36 WIB
Oleh: Iqbal Nasution. Hutan bakau atau mangrove, tumbuh di atas rawa-rawa berair payau, terletak pada garis pantai dan dipengaruhi pasang-surut air laut. Selain itu, di tempat-tempat terjadinya pelumpuran dan akumulasi bahan organik.
|
Jentera - Minggu, 29 Apr 2012 00:34 WIB
Oleh: Fahrin Malau. PERUBAHAN iklim secara draktis akibat dari kerusakan lingkungan dan penggunaan bahan bakar fosil secara berlebihan, menimbulkan kecemasan masyarakat di belahan dunia. Karenanya, gerakan menanam pohon dan menyelamatkan hutan dari kerusakan diserukan oleh berbagai negara. Indonesia salah satu negara yang masih memiliki kawasan hutan, diminta untuk menjaga dari kerusakan. Alih fungsi hutan, kebakaran hutan, perambahan hutan yang terjadi di berbagai negara, menyebabkan luas hutan di dunia setiap tahun terus berkurang. Banyak yang mengkhawatirkan, kurangnya keseriusan beberapa negara dapat menyelamatkan hutan dari kerusakan. Diperkirakan beberapa tahun kemudian, tidak ada lagi hutan di muka buni ini.
|
Jentera - Minggu, 29 Apr 2012 00:32 WIB
Oleh: Adelina Savitri Lubis. PEMERINTAH Provinsi Sumatera Utara, dinilai kurang serius menanggulangi sejumlah pencemaran yang terjadi di Danau Toba. Mengingat tingkat kerusakan lingkungan dan pencemaran Danau Toba kian menghawatirkan. Hal ini dikatakan Ketua Earth Society for Danau Toba, Mangaliat Simarmata SH. Jika ini masih terjadi lima sampai sepuluh tahun mendatang, Mangaliat memprediksi Danau Toba akan hancur berantakan. Bah!
|
Jentera - Minggu, 29 Apr 2012 00:31 WIB
Oleh: Sutanta Aditya. Saat M Ramin menghisap kreteknya mentaripun mulai terbenam di ufuk Barat. Begitupun para perambah kayu yang pulang dari keseharian, pergi ke hutan untuk merambah kayu mangrove atau bakau di Pantai Timur Pulau Sumatera Utara, tepatnya di Perairan Belawan, Kota Medan bagian Utara. Dengan menggunakan boat, setiap harinya para perambah mengangkut ratusan batang kayu atau bakau untuk dijual dijual kepada agen lokal.
|
|
|
|
|
|
| Iklan |
|
|
| |
| Berita Terpopuler |
|
|
| Resensi Film |
|
|
| Iklan Baris |
|
|
|