17
Mei
 
A A A
Puisi - Minggu, 22 Mei 2011 11:02 WIB
Puisi
Riza Multazam Luthfy

B u i C i n t a

pengapnya bui kan jadi bukti

aku tak pernah bual

pada cinta yang kenyal
oh, Sariem

apa kau tak percaya pada ibumu kini?

apa kau tega mengubur angin rindu

yang bertiup dan berjingkat-jingkat

setelah kualihkan sepeda tua itu

mereka melebamiku

setelah kurajut mimpimu

aku terdampar ke tepi paling sangar

ini hanya secuil tulus

dari orang beringsut

pada dinding yang berkabut

tak usah kau percaya pada kesaksian

karena dia tak pernah jujur

padamu yang luruh dan teduh

terimalah walau kau dalam kecewa

percayalah aku hanya ingin

kau bisa hirup udara cinta bersahaja

Malang, 2009


Sajak Sabun Mandi


bang,

aku tahu besok hari terakhirbertemu,

bercengkrama

sebelum mereka gosokkan

pada luaran dan jiwa

ingin rasanya kumakan

sepi, resah bersamamu

aku yang paling budak

tak pantas terima bebas

ada daki gelisah berserakan

ada bangkai mimpi kupungut sendiri

tak usah bertangis karena

punya gilir esok hari

sapa sang sulung waktu

sendiri tanpa buih bersih

memang semua bernoda

noda dosa si durjana

bersihkan celah-celah mereka

sampai bagian terdalam elus rambut,

bulu tajam, kuku macan, jemari setan

ingat bang!

tugasmu hanya itu

tak perlu lebih

usap peluh, cangkul jamur

yang kerap tumbuh

agar tak menular pada sang jelata

-seperti kita-

Malang, 2009


Dewi Astuti

GERIMIS LUKA

ketika malam meramu temu sukmaku,

buliran air mata langit sepertinya enggan berlalu

bagaimana jua denganku?

sang pemuja jiwa,

kian tak menemu titik temu.


ranah bumiku basah

karena langit dan awan

tak mampu menjadi payung bumi.


begitu jua dengan aku,

selalu meneteskan air mata

dari mataku yang sayu

tak ada lagi yang mampu

memayungi segala lukaku.

Medan, 2011


PERADUAN SURYA

tatkala senja menyapa di ufuk barat,

mega-mega mulai meronakan keemasannya,

pendir-pendir gerimis mulai mengecup ranah bumi

seketika pula, sang penguasa cahaya

lenyap dari peraduannya

bagai raja yang diusir dari singgasananya

dari tahtanya

kini,,,,,

meringkuk sebagai hamba sahaya awan hitam

Medan, 2011
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Rabu, 16 Mei 2012 07:56 WIB
Minggu, 13 Mei 2012 00:12 WIB
Puisi
Rabu, 09 Mei 2012 07:40 WIB
Rabu, 02 Mei 2012 07:25 WIB
Rabu, 25 Apr 2012 07:29 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris