Tapsel, (Analisa). Belasan penumpang tewas dalam kecelakaan bus di Aek Latong, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Minggu (26/6) sekira pukul, 03.00 WIB. Korban mayoritas anak-anak dan orangtua karena terjebak dalam bus yang tenggelam ke telaga berkedalaman sekira lima meter.
Keterangan dihimpun Analisa, peristiwa tersebut terjadi ketika bus Antar Lintas Sumatera (ALS) jurusan Medan-Bengkulu bernomor polisi BK 7088 DL melintas di kawasan tanjakan Aek Latong. Tiba-tiba bus mundur setelah masuk lubang di bagian atas tanjakan.
Bus sarat penumpang itu kemudian oleng hingga akhirnya terperosok dan tenggelam ke dasar telaga. Belasan anak-anak dan orangtua yang berada di dalam bus itu ikut tenggelam hingga akhirnya ditemukan tewas.
Bus baru dapat dievakuasi sekira pukul 09.00 WIB dengan menarik bagian badan bus yang hanya terlihat bagian kaca depan. Hingga pukul 18.00 WIB, korban yang dapat dievakuasi sekitar 14 orang, dari 17 yang diduga terjebak dalam bus tersebut. Saat ini, para korban tewas disemayamkan di Rumah Sakit Sipirok Tapsel.
Salah seorang penumpang selamat Darwin (53) warga Desa Laut Tador Kecamatan Sungai Suka, Kabupaten Batubara, kepada Analisa mengungkapkan saat detik-detik peristiwa tersebut dirinya berada di dalam bus.
"Saya melompat, ketika bus mulai terlihat mundur dan tidak lagi mampu menjaga keseimbangan," ujarnya sembari menunjukkan kakinya yang bengkak akibat terbentur pintu bus saat melompat.
Dijelaskan, sebelum tenggelam di kawasan Aek Latong, bus yang berangkat dari loket ALS pada Jumat (24/6) sekitar pukul 15.00 WIB sempat rusak di kawasan Desa Bulu Payung Sipirok.
Setelah diperbaiki di sebuah bengkel di kawasan desa tersebut selama sekitar delapan jam, barulah bus melanjutkan perjalanan menuju Bengkulu sekira pukul 02.00 WIB.
Namun, ketika melewati tanjakan di kawasan Aek Latong sekira pukul 03.00 WIB, bus mengalami musibah yang mengakibatkan belasan orang tewas. "Saat akan naik tanjakan, sebagian penumpang sempat turun, kecuali perempuan, anak-anak, dan orangtua guna mengurangi beban bus," terangnya.
Darwin mengatakan, penumpang bus sekitar 60 orang karena bangku-bangku tempel juga berisi.
"Saya naik dari Tebing Tinggi dengan nomor kursi 39 tepat dekat pintu belakang. Makanya saya bisa melompat keluar saat bus hendak terperosok," katanya.
Kapolres Tapsel AKBP Subandrya membenarkan peristiwa terperosoknya bus ALS dan menyebabkan jatuhnya belasan korban nyawa tersebut.
"Saat ini, kami masih terus berupaya mengevakuasi korban yang diduga masih terjebak di bus," katanya.
Adapun nama-nama korban tewas yang telah dapat dievakuasi hingga pukul 18.00 WIB, Maulida (20), Eka Santy, Putri Balkis, warga Jalan Bunga Raya Medan Sunggal, Desi Indriani (30), Yuni (9), Dimas (3) warga Gang Pajak Tasbih, Pasar III Tembung. Dahniar (56) Assifa Azzahra (7) warga Kelurahan Indra Kasih, kecamatan Medan Tembung, Riki Anugrah (1) belum diketahui alamatnya, Husni Amalia (9), Kumala sari (11) Rohana warga Bengkulu,Trisnawati (55) warga Bandar Selamat Tembung dan Dedi belum diketahui alamatnya.
Sebelumnya salah seorang penumpang selamat Ciping (31) kepada Analisa mengaku di dalam bus masih ada istri bersama tiga anaknya yakni Desi (30), Yuni Cepriani (10) Rendi (5) dan Dimas (3) yang belum ditemukan. (hih/sah/ben)