Medan, (Analisa). Kepala Dinas Bina Marga Kota Medan Gunawan Surya Lubis mengatakan dari 26000 KM2 luas Kota Medan, 3191,5 KM di antaranya merupakan ruas jalan aspal dengan tingkat kerusakan jalan sepanjang 171,1 KM tergolong rusak berat. Di antara jalan rusak berat tersebut 22,4 KM tercatat berada di Kecamatan Medan Tuntungan, Medan Johor 22,2 KM, Medan Timur 16,9 KM dan 15,1 KM berada di Medan Amplas.
"Untuk mengatasi jalan rusak di Kota Medan pihaknya membutuhkan tenaga outsourcing sebagai pekerja kasar lapangan sekitar 1050 orang. Jumlah tenaga sebesar itu akan ditempatkan dengan perhitungan 50 orang untuk setiap kecamatan di Kota Medan yang berjumlah 21 kecamatan,"kata Gunawan Surya Lubis kepada wartawan, Jumat (8/7), di Kantor Walikota Medan ketika menggelar "Coffee Morning" dengan pengurus Kordinator Wartawan Unit Pemko Medan".
Dia menjelaskan, kondisi jalan aspal dengan kerusakan sedang tercatat sepanjang 15,8 KM dan jalan rusak sekitar 20,1 KM. Kerusakan jalan sedang terbesar berada di Kecamatan Medan Timur sepanjang 3,0 KM dan jalan rusak terbesar di Kecamatan Medan Sunggal sepanjang 3,1 KM.
Dari paparan tersebut, katanya seperti itulah gambaran jalan-jalan dengan kondisi dan kategori rusak, sedang dan berat di Kota Medan yang sedang dalam tahap rehabilitasi. Tahapan ini sedang kita kerjakan dan dapat dilihat bersama dengan target akan selesai pada bulan Oktober tahun anggaran 2011 ini.
"Saat ini, hanya sekitar 14 sampai 30 orang untuk setiap pengerjaan perawatan jalan yang kita lakukan dengan sistem tambal (patching) di seluruh Kota Medan. Untuk sistem perawatan jalan ini, kita lakukan sendiri tanpa menggunakan jasa pihak ketiga. Ini kita lakukan mengingat ruas jalan di Kota Medan sangat besar dengan cakupan wilayah yang cukup besar juga. Sedangkan porsi anggaran untuk aspal baru tidak cukup, jadi harus ada yang prioritas dan wilayah yang lain menyusul dengan dilakukan sistem tambal lebih dulu," ujarnya.
Gunawan mengaku kerusakan ruas jalan di Kota Medan akan teratasi dengan sistem ini sembari menunggu pengaspalan baru. Namun, realisasinya cukup terhambat mengingat tenaga kasar hanya sedikit dibandingkan dengan target penyelesaian ruas wilayah Kota Medan.
"Alat tersedia, pasokan aspal dan produksi juga kita lakukan sendiri, hanya masalah tenaga saja. Pak Wali juga sudah sepakat untuk mengajukan persoalan ini pada penambahan anggaran di PAPBD agar bisa mendapatkan 1050 orang termasuk pengaspalan baru," jelasnya.
Pemeliharaan jalan sampai dengan akhir Juni 2011 ini, jelasnya, telah direalisasikan sebanyak 138 kegiatan tambal atau patching jalan dengan total luas keseluruhan sepanjang 53,6 KM merata di 21 kecamatan di Medan. Dia juga meminta pada dinas terkait untuk bersama-sama menjaga jalan yang sudah dirawat, seperti membatasi lalu lintas truk tonase besar dan penguatan kordinasi dengan perangkat kecamatan dan lurah mengenai kerusakan jalan.
"Untuk beberapa jalan lain yang realisasi untuk perbaikan, rehabilitasi jalan dan mediteran atau trotoar pejalan kaki yang sedang kita kerjakan akan dilanjutkan dalam PAPBD 2011 nanti. Sebab sampai saat ini masih ada beberapa ruas jalan dan mediteran yang belum terealisasi. Seperti di kawasan lapangan Benteng yang sedang kita kerjakan mediteran, untuk mengembalikan fungsi terotoar pejalan kaki di Medan sesuai perintah Pak Walikota," tegasnya.
Pihaknya juga saat ini sedang melakukan penataan trotoar di kawasan Jalan Gatot Subroto. Saat ini, katanya sudah dilakukan pembongkaran trotoar lama dan penataan papan reklame dan pengorekan drainase.
Gunawan juga berterimakasih atas pertemuan yang digagas Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan karena banyak informasi yang bisa ditindaklanjuti dari laporan wartawan di lapangan.
Sementara Koordinator Wartawan Unit Pemko Medan,M Arifin memberikan apresiasi yang tinggi kepada Kadis Bina Marga yang mau hadir pada "coffe morning". Pertemuan ini, lanjutnya akan ditindaklanjuti dengan dinas-dinas lain.
"Rencananya, Selasa (12/7) kita menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan yang akan membahas masalah pencapaian prestasi dinas pendidikan dan sistem penerimaan siswa baru,"katanya. (maf)