Beni Afriadi
desau angin makam
rebah terbungkus usia merekah
bersemayam damai di peraduan
raba nisanmu
jariku mengukir torehan namamu
tersedu-sedu di gundukan makam
suara parau benih sekarat
meradang di terjang dendam
semangat nan tandus
memungut memori lampau
adil tak adil
satu helaian cium perpisahan
jamahi sendunya rindu
munazahkan untaian tuntut
Medan Juni 2011
ADZAN
merdu muadzin berseru
aentuh batin linglung
naif mengeja nama-Mu
pejam mata tinggalkan perintah
keangkuhanlah terbanggakan
bait demi bait keras menggema
suara itu penggugah nurani
liputi sesak penggiring maaf
menanggalkan sorak sorai fana
Medan Juni 2011
MISTERI
apa filosofi dunia ini
sekedar gapai derajat atau cemooh
seberapa hakiki pencatatan amal
hingga malaikat tak terpejam
tirakat kian menderu
kecamku berpacu seraksasa ragu
wajibkah manusia mati
demi cicipi surga neraka
itukah pembuktian kekal kelak
benakku coba kelakar
bolehkah pesan tiket vip surga
entahlah
hidup tanda tanya
Medan Juni 2011
Rian Harahap
GADIS TAK LAGI MENYAPA
gadis kini hanya menjadi sinar lalu
ketika fajar tak menyapa
dengan hangat sepatutnya
kumuseumkan segala sapa
raut dan lirih indahnya
samar terekam di pelipis mata
untaian kata yang pernah menyapa
berdesir di kegelapan malam
menjelang istana surga yang panjang
sampai tersenyum kehilangan raga
galau buat gadis yang tak lagi menyapa
Medan.24 Februari 2011
Tong sampah
penciumanku semakin kecut
menerobos pesing tak berujung
bergerilya di sudut kota
menjemu di terik sang kala
cacian, maki bertubi
sampah, ludah, mayat
surga embrio organis mungil yang bersaksi
menyeruaklah tong penyaksi
pekik setiap penghianat negeri
hukum mati lebih suci
daripada koruptor di negeri ini
Medan.24 januari 2011