Oleh : Adi Mujabir. Bagi wisatawan yang baru saja tiba di Bandara Komodo, Labuan Bajo, Flores, Nusatenggara Timur, poster- poster yang mempromosikan penginapan di Labuan Bajo dan sekitarnya tertempel di tembok-tembok. Poster tersebut juga mempromosikan beberapa pulau yang menarik untuk dikunjungi. Salah satu pulau yang giat "dijual" dalam promosi itu adalah Pulau Kanawa.
Tak hanya poster. Serombongan laki-laki menunggu di depan bandara. Mereka berebut menawarkan prospektus hotel, juga pulau-pulau yangg harus dikunjungi. Salah satu yang ditawarkan Pulau Kanawa. Konon, begitulah setiap hari di halaman bandara. Orang-orang siap menawarkan jasa pada wisatawan.
" Dari tawaran-tawaran itu, Pulau Kanawa ikut dipromosikan baik lewat lisan maupun poster," papar Henky salah seorang staf dari Dinas Pariwisata Mangarai Barat yang bertemu penulis di Bandara Komodo.
" Kita tak ingin Kanawa diabaikan. Di antara pulau yang menarik kami tawarkan, Kanawa layak untuk dijual dan dinikmati wisatawan," tambahnya.
Dengan menginap semalam di Labuan Bajo, dan mengunjungi pulau-pulau yang lain, Pulau Kanawa harus disinggahi.Untuk ke pulau ini kita harus berangkat pagi dari Labuan Bajo. Dari Labuan Bajo ke Pulau Kanawa sekitar 40 menit. Untuk ke Kanawa biasanya ada kapal kecil yang membawa penumpang dengan ongkos Rp 80 ribu. Bila ingin cepat dan nyaman, bisa menyewa speed boat.
Henky juga menerangkan, setiap pemandu wisata yang mempromosikan Kanawa pada wisatawan haruslah menjelaskan secara lengkap apa yang harus disiapkan para wisatawan. "Jangan hanya menjual keindahannya saja, tapi sampaikan juga segala yang sulit di pulau itu," tegas Henky.
"Di samping pantai dan laut Kanawa yang indah, wisatawan harus mempersiapkan alat-alat untuk diving, senorkeling dan membawa makanan. Yang terpenting lagi adalah persiapan air mineral haruslah cukup banyak, karena di Kanawa air minum mahal," tambahnya.
Di Kanawa air tawar memang barang yang berharga dan harus di irit. Salah satu pengelola pondok wisata di pulau ini memang mendatangkan air tawar dari Labuan Bajo ke pulau ini untuk keperluan wisatawan.
Toh, dari keterbatasan air tawar itu, Kanawa memang sebuah tempat yang menyajikan banyak keindahan. Bila kapal sudah bergerak mendekati Kanawa,di tengah laut Flores, kita menikmati bukit-bukit ditumbuhi perdu, rumah- rumah panggung yang kayunya berjajar rapi. Pohon-pohon rindang yang berbaris teratur.
Dan ini yang paling menarik. Di bawah lautnya yang jernih dan beralas terumbu karang, mata kita bisa menatap dengan leluasa berbagai jenis ikan bermain.
Kapal penumpang kecil, atau speed boat yang mendekati Kanawa tidaklah bisa merapat ke pantai. Kapal harus sandar di dermaga yang semuanya terbuat dari kayu. Dermaga ini disusun kayu-kayu yang rapi mencapai daratan Kanawa sepanjang 300 meter.
Saat turun dari kapal dan melangkah di atas kayu yang tertata rapi, kita bisa menikmati karang-karang indah beserta beberapa jenis ikan yang ada di bawah. Ombak laut yang tipis serta jernihnya air laut memuaskan mata kita untuk menatap keindahan di bawah laut.
" Pulau Kanawa dikeliling hamparan terumbu karang. Saat laut surut, tidak ada kapal dapat merapat di pantainya. Karena itulah dibangun dermaga dari kayu ini hingga mencapai daratan pantai," ujar Hans, salah seorang pemandu wisata yang menemani penulis ke Kanawa.
Apa yang dituturkan Hans soal dermaga dari kayu ini memang menguntungkan bagi wisatawan yang berkunjung. Soalnya dengan melangkah di atas dermaga tersebut para wisatawan bisa menikmati keindahan bawah laut dengan santai. Melangkah pelan. Melihat dari sisi kiri dan kanan, lalu dari celah susunan kayu yang tak rapat, mata dapat menyimak pemandangan di bawah. Air laut yang jernih itu dalamnya sekitar 4 meter.
Hans juga mengatakan, dermaga yang semuanya terbuat dari kayu ini akan terus dipertahankan agar sisi alaminya masih terjaga. Hans betul. Pertanyaannya, apakah investor asing yang kelak ngelola Kanawa mempertahankan dermaga kayu ini?