17
Mei
 
A A A
Gaya Otomotif - Minggu, 04 Sep 2011 00:33 WIB
Volvo Pede Main di Kelas SUV
(Int) Volvo
Mobil jenis Sport Utility Vehicle (SUV) telah menguasai sekitar 40 persen pasar premium. CEO Volvo Cars Indonesia Paulus Suranto memperkirakan, pertumbuhan pasar premium nasional akan naik 10 persen pada tahun ini.
"Indonesia pasar MPV. Urutan kedua SUV, selebihnya sedan dan lain sebagainya," kata Paulus di Jakarta kepada wartawan.

Sementara itu, Paulus mengaku, belum bisa memberitahukan berapa total penjualan Volvo untuk saat ini. Namun, dia memastikan, penjualan Volvo sebelum diakusisi oleh prinsipal mobil asal China, Zhejiang Geely Holding Group, adalah sekitar 120 unit. Seperti diketahui, Geely membeli Volvo dari Ford Motor dengan nilai USD1,8 miliar.

"Kepemilikan memang dipegang Geely, tapi Volvo bukan perusahaan rugi. Itu biasa. Ketika dibeli, Volvo punya otoritas sendiri. Geely tidak ikut campur. Termasuk soal pembangunan pabrik Geely di karawang, tidak ada andil dari Volvo," jelasnya.

Lebih lanjut Paulus mengatakan, keunggulan dari mobil Volvo adalah keselamatan (safety). Paulus menjelaskan, varian terbaru yakni Volvo XC60 2.0T akan diluncurkan pada bulan depan. XC60, kata dia, diimpor dari Malaysia karena bebas Bea Masuk. Varian baru itu akan dijual dengan harga Rp800 juta.

"Dari skema AFTA, kita harapkan dapat BM 0 persen. CBU XC60 dari Malaysia karena Bea Masuk nya 0 persen. Kita akan lihat perkembangan selanjutnya. Kalau dari Asean bisa diambil dari China, India, dan Swedia. Tergantung keadaan," paparnya.

Saat ini, Paulus mengatakan, Volvo mempunyai dealer-dealer yang tersebar di lima kota yakni Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Medan. Di Pantai Indah Kapuk ada showroom. Tahun ini belum ada rencana buka dealer baru,"ungkapnya.

Paulus menambahkan, masalah Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) dan kenaikan uang muka (Down Payment/DP) kendaraan tidak terlalu berpengaruh pada pertumbuhan pasar premium.

"Itu yang menjadikan orang membeli mobil. Sama halnya dengan DP, untuk premium tidak terlalu berpengaruh. Karena pasarnya sudah punya relasi sendiri," tandas Paulus. (int/okz)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 17 Mar 2012 00:03 WIB
Minggu, 05 Jun 2011 23:27 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris