Oleh: Robby Irwansyah. "Ayah, aku telah menemukan arti dari cermin dalam mimpi ayah. Cermin itu membuatku bisa melihat diri sendiri. Sama seperti pengalamanku waktu melihat wajahku sendiri di air danau. Aku sekarang mengerti. Selama ini aku sering hanya melihat keburukan orang lain, dan aku tidak pernah bisa melihat keburukanku sendiri,"ujar Pangeran Danu seraya hormat kepada ayahandanya.
KERAJAAN Cinta Damai, dipimpin seorang raja yang arif dan bijaksana serta dicintai oleh rakyatnya. Walaupun usianya sudah cukup tua namun tidak menjadi penghalang bagi Raja untuk selalu memberikan pelayanan kepada rakya. Raja Agung, namanya, ia memiliki seorang putra mahkota yang bernama Pangeran Danu. Karena menjadi satu-satunya anak sang raja dan Permaisuri, Pangeran Danu memiliki perangai yang kurang baik.
Karena memiliki banyak pengawal dan pembantu di kerajaan, Pangeran Danu terkenal sebagai seorang putra mahkota yang pemalas. Setiap hari, ia selalu senang bila bisa melakukan hal hal yang jahil dan suka membuat orang satu istana kalang kabut. Sehingga Pangeran Danu merasa puas bila telah membuat orang yang dikerjainya menjadi kesal. Namun tak satupun yang berani untuk memarahinya.
Sore hari, di halaman istana seorang juru masak sedang berlari-lari. Ia mengejar Pangeran Danu hingga nafasnya sesak. Sedangkan para pengawal istana hanya tersenyum dan menonton serta geleng-geleng kepala menyaksikan kejailan Pangeran Danu.
"Pangeraaannnnn!!! Pangeran Danu!! Kembalikan panci masak itu. Aduuuhhh bagaimana ini?"ujar juru masak terengah- engah sambil berlari dan berteriak.
"Hahaha ayooo kejar dulu aku! Baru kukembalikan panci masak ini. hahahaha! ayooo kejar aku" jawab Pangeran Danu berlari menghindar dari si juru masak.
Ternyata itu adalah ulah Pangeran Danu yang memang suka jahil. Panci sang juru masak diam-diam telah diambilnya dan dipakai buat mainan. Sehingga membuat si juru masak kebingungan. Apalagi waktu makan malam buat sang Raja dan Ratu sudah hampir tiba.
Akibatnya, jadwal makan malam menjadi agak molor. Sehingga membuat sang Raja dan Ratu harus menunggu . Pangeran Danu hanya meminta maaf kepada kedua orangtuanya. Padahal gara-gara Pangeran Danu, si juru masak kena marah.
Karena sikap Pangeran Danu sudah keterlaluan dan hampir melewati batas, Sang Raja Agung juga mulai berpikir bagaimana caranya untuk mempersiapkan putranya menjadi penerusnya nanti. Ia menginginkan calon raja yang nantinya menjadi penggantinya adalah raja yang bijaksana.
"Tapi kalau kelakuannya masih seperti itu bisa kacau ,"desis Raja Agung dalam hati. Setelah bertukar pikiran dengan istrinya, di pagi hari yang cerah sang Raja memanggil Pangeran Danu.
"Anakku, Danu! Sebetulnya ayah sekarang sedang bingu- ng"kata sang Raja.
"Memangnya kenapa ayah..? Kok ayah merengut begitu..? hehehe"ujar Pangeran Danu sambil cengengesan.
"Danu! Ayah sebetulnya ingin suatu hari nanti engkau belajar untuk menjadi seorang yang bertangggung jawab menjadi raja di kerajaan Cinta Damai ini. Engkau adalah calon pengganti ayah, Danu!" ucap Sang Raja berkata dengan nada serius.
Mendengar perkataan ayahnya, Pangeran Danu mendadak terdiam. Ia tak menyangka kalau ayahnya mengharapkan dirinya segera menjadi raja. Sementara pikiran ayahnya sedang berkecamuk.
Dengan tersenyum seolah-olah mendapatkan pikiran yang cemerlang, Raja Agung sudah punya rencana tersendiri untuk bisa mengajarkan sang pangeran dengan cara yang bijaksana. Rencana yang telah dibahas dengan matang dengan istrinya.
"Anakku Danu! Tadi malam ayah bermimpi menemukan sebuah cermin" sejenak Sang Raja terdiam.
"Di dalam mimpi itu, cermin itu bisa berbicara, dan ia ingin aku menyampaikan kepadamu, putraku Pangeran Danu..! Kalau kamu bisa menemukan apa arti sebuah cermin seperti cermin itu, maka itu artinya kamu sudah siap untuk menjadi seorang raja yang bijaksana seperti ayah,"ujar Sang Raja melanjutkan biranya.
"Oleh karena itu, kamu diperintahkan untuk segera mencari dan menemukan apa arti sebuah cermin seperti cermin yang hadir di dalam mimpi ayah itu..!"ucap Sang Raja dengan tegas.
Maka setelah diperintah oleh ayanda Raja, Pangeran Danu segera berkelana dan berkeliling ke seluruh penjuru kerajaan Cinta Damai untuk mencari arti dari teka-teki itu. Arti sebuah cermin! Tanpa mengenal lelah, Pangeran Danu bertanya kepada setiap orang yang ditemui.
Di pasar, di kedai minum, di rumah persinggahan, di setiap persimpangan jalan, dan malah Pangeran Danu juga sempat bertanya kepada pengemis jalanan tentang apa arti dari sebuah cermin dalam mimpi sang ayahanda raja. Anehnya, setiap orang yang ditanya menjawab sama !
"Cermin itu dipakai untuk berhias dirimu Pangeran,"semua menjawab dengan perkataan itu.
Hasilnya, jawaban yang telah diperolehnya malah membuat sang pangeran menjadi bingung. Dalam hatinya, ia adalah seorang Pangeran yang memiliki banyak harta, kurang apa lagi dalam hal berhias. Semua yang diinginkannya dan dimintanya, pasti akan diberikan dalam waktu yang tak lama.
"Kemana lagi aku harus bertanya..? Semua warga bilang kepadaku untuk berhias diri!! Lalu apa itu arti cermin dalam mimpi ayah..?" Pangeran Danu bertanya dalam hati.
Sang Pangeran terus berjalan sambil berpikir keras. Ia ingin rasanya segera menemukan jawaban teka teki cermin ini. Sampai-sampai ia tidak lagi memperhatikan jalanan yang dilaluinya. Sehingga tanpa disadarinya, ia menginjak hamparan tumbuhan lumut yang licin, dan terpeleset.
Pangeran Danu terjatuh, sampai-sampai tanah lembab dan lumpur menutupi sebagian mukanya dan mukanya kotor. Pakaian yang dipakainya juga kotor terkena lumpur. Dengan langkah yang tertatih-tatih karena menahan rasa sakit di sekujur tubuhnya, Pangeran Danu berjalan menuju kesebuah danau untuk membersihkan diri. Saat ia berjongkok. Dan menundukkan mukanya ia melihat ke air danau yang jernih, lalu tiba-tiba ia merasa telah menemukan jawaban yang selama ini dicari-carinya.
"Berarti ayah telah memberikan aku sebuah pelajaran berharga untuk berusaha menjadi diri sendiri. Wajahku yang kotor hanya aku yang bisa membersihkannya bukan orang lain. Inilah arti sebuah cermin yakni untuk berhias diri. Aku harus mampu menjadi diriku sendiri,"desis pangeran dalam hati.
"Selama ini aku selalu jahat kepada semua orang. Telah membuat semua orang susah dan kedua orangtuaku juga susah gara-gara perbuatanku," tak henti ia berkata-kata.
Dengan langkah yang pasti, usai membasuh wajahnya, Pangeran Danu berjalan menuju istana.
"Yang Mulia Raja Agung!! Pangeran Danu telah kembali ke istana!!" teriak keras Hulubalang istana memberikan pengumuman.
Usai bersujud di hadapan kedua orangtuanya dan memberikan salam hormat, Pangeran Danu lalu menyampaikan makna cermin yang telah menggangu tidur ayahnya.
"Ayah, aku telah menemukan arti dari cermin dalam mimpi ayah. Cermin itu membuat kita bisa melihat kepada diri kita sendiri. Sama seperti pengalamanku waktu melihat wajahku sendiri di air danau . Aku sekarang mengerti. Selama ini aku sering hanya melihat keburukan orang lain, dan aku tidak pernah bisa melihat keburukanku sendiri. Orang lainlah yang melihat dan menilainya. Tapi cermin itu telah menyadarkanku ayah,"ujar Pangeran Danu.
"Aku sangat menyesal sekali telah membuat ayah dan ibu susah gara-gara sikap dan perbuatanku. Juga kepada para penghuni istana yang telah kujahili, aku minta maaf,"tambah Pangeran Danu.
"Syukurlah, kamu sudah bisa mengambil maknanya. Anakku, kamu telah siap untuk menjadi seorang raja yang bijaksana. Jadikanlah pengalaman yang telah kamu peroleh menjadi bekal berharga untuk memimpin kerajaan Cinta Damai..!" titah Raja sambil menghela nafas lega.
Ternyata air danau telah menjadi cermin bagi Pangeran Danu dan telah menyadarkannya untuk menjadi orang yang baik. Pangeran Danu telah menjadi orang yang rendah hati, tidak jahil lagi, dan juga tidak mengganggu ketenteraman orang lagi. ***