17
Mei
 
A A A
Tinjauan Bahasa - Selasa, 22 Nov 2011 00:58 WIB
Oleh : Hasan Al Banna. Perhelatan akbar SEA Games XXVI 2011 tengah berlangsung di Indonesia! Dua kota yang diberi kehormatan sebagai penyelenggara, yaitu Jakarta dan Palembang dipastikan sibuk, tentu agar sukses sebagai tuan rumah. Segudang permasalahan memang masih menyertai pelaksanaan SEA Games kali ini. Benar, pada saat atlet-atlet Indonesia serius berlatih terkait teknik dan mental bertanding, panitia lokal masih kewalahan merampungkan persiapan, khususnya yang bersinggungan dengan venue-venue sebagai perangkat utama perhelatan.
Gonjang-ganjing persiapan infrastruktur menyambut pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara ini setiap hari diberitakan. Tidak sedikit pihak yang mendesak agar jadwal SEA Games diundur ketimbang harus menanggung malu. Namun, dengan segala tekad dan upaya berbagai pihak, penyelesaian sejumlah venue terus dikebut, sehingga SEA Games XXVI resmi dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, 11 November 2011 yang lalu.

Venue Naik Daun

Seturut persiapan ajang dua tahunan ini, istilah venue paling sering diberitakan. Ya, venue tidak ubahnya rumah bertanding bagi para atlet. Bagaimana segenap atlet hendak bertanding kalau venue masih terbengkalai? Syukur, venue sudah rampung! Namun, sambil menyaksikan pertandingan demi pertandingan terus berlangsung, perkenankan venue melewati ujian lain terkait peristilahan dalam bahasa Indonesia.

Secara garis besar, istilah venue bertolak dari bahasa Inggris yang bermakna ‘tempat peristiwa’ atau ‘tempat kejadian penting’. Kata ini satu akar dengan venir, bahasa Prancis yang berarti ‘datang’. Pada awalnya, arti venue adalah ‘lokasi datangnya suatu serangan atau peristiwa’. Di sisi lain, istilah venue sering digunakan dalam ranah hukum, yaitu ‘tempat kejadian perkara (TKP) atau lokasi pengadilan yang mengacu pada tempat peristiwa tersebut berlangsung’. Seiring waktu, istilah venue dimanfaatkan untuk bidang olahraga, yang kemudian menggenggam arti ‘tempat bertanding para atlet’.

Arena, Gelanggang

Sebenarnya bahasa Indonesia menyediakan istilah yang sepadan dengan makna venue, yaitu arena atau gelanggang. Kata arena dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) bermakna ‘bidang (tempat bersaing, berjuang, dan sebagainya)’. Istilah arena sendiri berasal dari bahasa Latin, harena, artinya ‘tempat pertarungan’.

Lantas, kata gelanggang menurut KBBI bermakna ‘ruang atau lapangan tempat menyabung ayam, bertinju, berpacu (kuda), berolahraga, dan sebagainya’. Belakangan, kata gelanggang jarang digunakan oleh pengguna bahasa Indonesia, padahal TVRI, stasiun televisi milik pemerintah pernah memiliki acara populer terkait olahraga, Dari Gelanggang ke Gelanggang.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat Indonesia yang mengaku cinta tanah air, mari terus memupuk kebanggaan terhadap banyak hal tentang Indonesia, termasuk bahasanya. Lalu, wahai para atlet Indonesia, demi keharuman nama bangsa, bertarunglah di arena atau di gelanggang dengan sekuat tenaga, tetapi tetap menjunjung sportivitas.

Mudah-mudahan Indonesia meraih sukses ganda. Ya, siapa yang tidak bangga kalau di penghujung SEA Games nanti Indonesia keluar sebagai juara umum sekaligus mulus menjadi tuan rumah yang baik?

Hiduplah Indonesia Raya…

Penulis adalah staf Balai Bahasa Medan, penulis, dan penggiat sastra.
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 08 Okt 2011 07:37 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris