17
Mei
 
A A A
Renungan Minggu - Minggu, 18 Des 2011 00:32 WIB
Oleh : Jekson Pardomuan. Ketika nyanyian dan kidung pujian Natal "Malam Kudus" berkumandang, lampu-lampu dipadamkan, lilin-lilin kecil dinyalakan. Apa yang terlintas di dalam benak Anda - Apakah suasana Natal seperti tahun-tahun sebelumnya sama saja bagi kehidupan Anda - Mungkin, Natal tahun lalu Anda memiliki banyak persoalan sehingga tidak sempat untuk merayakan hari kelahiran Sang Juru Slamat. Bagaimana dengan tahun ini - Apakah Anda masih tetap menghadapi persoalan yang sama ?
Natal atau kelahiran adalah sukacita dan membawa damai sejahtera bagi seluruh umat manusia. Yesus telah lahir di kandang domba di kota kecil Betlehem untuk Anda dan saya. Ia lahir untuk kita semua, Ia lahir untuk menyelamatkan kita umat manusia. 2 Tesalonika 3:16 menuliskan "Dan Ia, Tuhan damai sejahtera, kiranya mengaruniakan damai sejahtera-Nya terus-menerus, dalam segala hal, kepada kamu. Tuhan menyertai kamu sekalian. "

Menyambut perayaan Natal tahun ini, ada himbauan agar kita saling menghargai dan menghormati. Tidak merayakan Natal dan Tahun Baru dengan cara-cara yang berlebihan. Rayakanlah Natal dan Tahun Baru dengan sederhana dan membawa makna tersendiri dalam pertumbuhan rohani kita masing-masing. Berbuat baik pun saat ini dicurigai oleh orang lain, apalagi berbuat yang tidak baik. Ini menjadi satu pertanda bahwa manusia sekarang sangat ptotektif dalam menilai seseorang.

Negara kita yang sampai hari ini masih berkutat dengan permasalahan korupsi, kolusi dan nepotisme masih saja kesulitan untuk menyeret orang-orang yang benar-benar melakukan korupsi ke ranah hukum. Akhirnya, masyarakat kita banyak yang berkata, biarkan saja mereka korupsi. Tuhan ‘kan tidak pernah tidur untuk setiap umat-Nya. Tuhan tahu mana orang yang baik dan mana orang yang tidak baik.

Kembali ke suasana Natal seperti tahun ini, beberapa kegiatan Natal yang dilaksanakan di Sumatera Utara, khususnya kota Medan berjalan dengan aman dan lancar. Harapan kita semua, sampai perayaan Tahun Baru 2012 nanti masyarakat kita tetap menjunjung tinggi rasa persaudaraaan dan saling menghargai antar umat beragama. Sumut yang terkenal dengan keberagaman harus tetap berpegang teguh pada iman dan kepercayaannya.

Dalam 2 Korintus 13:11 menuliskan, "Akhirnya, saudara-saudaraku, bersukacitalah, usahakanlah dirimu supaya sempurna. Terimalah segala nasihatku! Sehati sepikirlah kamu, dan hiduplah dalam damai sejahtera; maka Allah, sumber kasih dan damai sejahtera akan menyertai kamu!"

Kesusahan atau persoalan dalam menjalani hidup tak pernah habis-habisnya. Mungkin hari ini Anda merasakan sukacita dan damai sejahtera melingkupi kehidupan saudara ketika bangun pagi-pagi. Akan tetapi, siapa bisa menduga kalau tiba-tiba isteri, suami atau anak-anak Anda menyulut sebuah masalah. Pastilah harapan Anda memperoleh sukacita dan damai sejahtera akan buyar seketika. Permasalahan-permasalahan kecil seringkali kita persoalkan seperti masalah besar. Padahal, untuk penyelesaiannya tak perlu sampai berlarut-larut.

Kesusahan sehari cukuplah sehari, jangan biarkan permasalahan yang ada di tengah-tengah keluarga kita berlarut-larut sampai akhirnya menimbulkan dendam. Tuhan Yesus saja mengampuni umat-Nya, apakah kita sebagai manusia yang telah diampuni oleh-Nya tidak bisa mengampuni sesama ?

Yesus sendiri rela mengrobankan nyawanya dan menumpahkan darah-Nya demi menyelamatkan kita umat manusia berdosa. 2 Korintus 13:4-10 menuliskan : Karena sekalipun Ia telah disalibkan oleh karena kelemahan, namun Ia hidup karena kuasa Allah. Memang kami adalah lemah di dalam Dia, tetapi kami akan hidup bersama-sama dengan Dia untuk kamu karena kuasa Allah.

Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji. Tetapi aku harap, bahwa kamu tahu, bahwa bukan kami yang tidak tahan uji. Kami berdoa kepada Allah, agar kamu jangan berbuat jahat bukan supaya kami ternyata tahan uji, melainkan supaya kamu ini boleh berbuat apa yang baik, sekalipun kami sendiri tampaknya tidak tahan uji.

Karena kami tidak dapat berbuat apa-apa melawan kebenaran; yang dapat kami perbuat ialah untuk kebenaran. Sebab kami bersukacita, apabila kami lemah dan kamu kuat. Dan inilah yang kami doakan, yaitu supaya kamu menjadi sempurna. Itulah sebabnya sekali ini aku menulis kepada kamu ketika aku berjauhan dengan kamu, supaya bila aku berada di tengah-tengah kamu, aku tidak terpaksa bertindak keras menurut kuasa yang dianugerahkan Tuhan kepadaku untuk membangun dan bukan untuk meruntuhkan.

Kiranya renungan firman Tuhan hari ini dapat menguatkan kita untuk lebih mengenal Yesus lebih sungguh. Natal tahun ini pun kiranya membawa sukacita dan damai sejahtera bagi seluruh umat manusia.

Amin.

Baca Juga Artikel Berita Terkait
Minggu, 08 Jan 2012 00:06 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris