17
Mei
 
A A A
Resensi Buku - Rabu, 04 Jan 2012 00:46 WIB
Sebentuk Penghargaan Cinta
Judul Buku : Surat Cinta untuk Murobbi
Penulis : Ifa Avianty, Naqiyah Syam, Fauzul Izmi, Sisri, Dona, dkk
Penerbit : Parapluie, Yogyakarta
Cetakan : II, Oktober 2011
TebalBuku : 305 halaman
"Cukup banyak kisah serta hikmah yang bisa dipetik dari pembelajaran seorang murobbi kepada murarobbinya. Di sinilah kita bisa melihat proses memanusiakan manusia itu sendiri sebagai bentuk penghambaan kepada Sang Khalik." (Rizki Ikhwan, aktivis kemanusiaan)
Murobbi memiliki makna pengasuh atau pendidik. Biasa dipakai untuk memanggil guru spiritual. Kesannya lebih akrab dan romantis ketimbang panggilan ustadz atau ustadzah. Murobbi atau murobbiyah ada lah orang-orang yang berjasa dalam hidup para penulis buku ini yang sebenarnya mewakili suara hati para jamaah di dunia ini, terutama di Indonesia.

Memuat 46 surat yang semuanya punya warna berbeda. Tentu saja itu semua adalah ungkapan hati dari para murobbi mereka. Para penulis berasal dari latar belakang yang juga berbeda: mahasiswa, guru, TKI, karyawan, dan profesi lainnya. Mereka menulis surat dengan gayanya yang berbeda dan sebagai bentuk cinta kasih untuk murobbinya masing-masing.

Dalam hitungan tiga bulan buku ini dicetak ulang. Ditulis oleh 46 penulis se-Indonesia. Dipersembahkan untuk almarhum Ustadz Rahmat Abdullah dan almarhumah Ustadzah Yoyoh Yusro yang keduanya adalah murobbi dan murobbiyah terbaik di republik ini.

Surat Cinta untuk Murobbi (SCUM) sangat bermanfaat diterbitkan agar para murobbi mengetahui harapan dan keinginan para binaan (mutarobbi). Selain itu buku ini juga mengungkap apa sebenarnya kejadian yang menarik dalam tarbiyah, membuat mutarobbi dan murobbi betah berlama-lama di tarbiyah.

Memuat kisah-kisah indah awal mula mengenal dunia tarbiyah, membuat rindu akan sosok murobbi. Kehadiran buku ini membuat yang punya mutarobbi jadi bangga dan haru pada binaannya dan binaannya jadi punya ruang untuk menyampaikan kisi-kisi hatinya.

Meski begitu, benar jualah apa yang disampaikan pada kata pengantar di buku ini bahwa murobbi bukanlah sosok manusia yang alpa dari kesalahan. Murobbi bukanlah para nabi. Murobbi adalah manusia biasa dengan segala kelemahannya. Meskipun demikian tak dapat dipungkiri bahwa bangunan dakwah ini menjadi kokoh karena jasa-jasa mereka yang telah membina mutarobbinya/binaannya dengan penuh cinta, kesabaran, keikhlasan, dan tanpa pamrih.

Salah satu penulis di buku ini telah meninggal beberapa bulan sebelum buku ini diterbitkan, Een Rafha. Semoga surat cinta yang ia tulis kepada murobbinya menjadi amal jariah pemberat timbangan kebaikannya kelak. Amin. ***

Peresensi: Winarti Dosen FKIP UMSU, Mahasiswa Pascasarjana UMN.
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 12 Mei 2012 00:45 WIB
Kamis, 03 Mei 2012 00:08 WIB
Senin, 16 Apr 2012 07:40 WIB
Minggu, 15 Apr 2012 00:03 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris