17
Mei
 
A A A
Renungan Minggu - Minggu, 15 Jan 2012 00:02 WIB
Oleh : Jekson Pardomuan. "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk TUHAN dan bukan untuk manusia " ( Kolose 3:23 )
Saat melintasi salah satu jalan utama di kota Medan, tepat di persimpangan lampu merah ada sekelompok anak-anak yang mendekati mobil dan sepeda motor untuk meminta-minta. Ada juga seorang ibu yang kalau secara phisik sangat sehat dan kuat. Hanya saja, ia menggendong bayi dan meminta-minta ke orang-orang yang lewat di persimpangan itu. Di satu sisi, kita pasti bertanya-tanya kenapa ibu yang masih kuat phisiknya itu memutuskan meminta-minta sementara pekerjaan lain masih banyak yang bisa dilakukan untuk mencari nafkah. Sementara di sisi lain hati kita berkata, mengapa harus mengorbankan anak bayi dan anak kecil yang seharusnya mendapat perlindungan dari kedua orangtuanya ?

Perilaku seperti ini sering kita temui di jalanan. Ketika mereka ditertibkan dan dibawa ke kantor dinas sosial untuk mendapat pembinaan, tetap saja ketika mereka dikembalikan ke masyarakat mereka kembali meminta-minta dan turun ke jalan. Apakah tidak ada kerja lain yang bisa mereka lakukan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan memuliakan Tuhan lewat pekerjaannya -

Kita perlu berkaca dan melihat diri kita sendiri. Kita harus bersyukur setiap saat karena Tuhan masih memberikan kita nafas kehidupan dan kesempatan untuk menikmati hidup yang hanya sementara ini. Manusia diciptakan Tuhan memiliki kekurangan dan kelebihan. Hanya saja, manusia juga diberikan talenta untuk menggali potensi yang ada di dalam dirinya. Untuk menikmati hidup yang Tuhan berikan, salah satu upayanya adalah bekerja dan bekerja. Kalau kita tidak bekerja, bagaimana kita mendapatkan uang untuk membeli makanan dan minuman sebagai kebutuhan utama tubuh kita bisa bertahan hidup.

Dalam Yohanes 6 : 27 dituliskan : "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal, yang akan diberikan Anak Manusia kepadamu; sebab Dialah yang disahkan oleh Bapa, Allah, dengan meterai-Nya."

Kemudian dalam Kisah Para Rasul 20: 34-35 "Kamu sendiri tahu, bahwa dengan tanganku sendiri aku telah bekerja untuk memenuhi keperluanku dan keperluan kawan-kawan seperjalananku. Dalam segala sesuatu telah kuberikan contoh kepada kamu, bahwa dengan bekerja demikian kita harus membantu orang-orang yang lemah dan harus mengingat perkataan Tuhan Yesus, sebab Ia sendiri telah mengatakan: Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima."

Perkataan lebih berbahagia memberi dari pada menerima mengingatkan kita akan banyak hal yang telah kita lakukan selama ini. Apakah kita juga telah banyak memberi kepada Tuhan - Atau memberi kepada orang-orang yang layak menerima - Pertanyaan yang kemudian muncul adalah, untuk apa Anda bekerja - Untuk siapa Anda bekerja ?

Ketika pertama kali bekerja mungkin Anda merasa sangat bersyukur kepada Tuhan dan memberikan persepuluhan dari penghasilan Anda. Tapi bagaimana pula ketika Anda bekerja sudah memiliki isteri dan anak-anak - Berarti penghasilan yang diperoleh alokasinya akan semakin banyak. Untuk membayar tagihan listrik, telepon, air, uang sekolah anak serta kebutuhan lainnya.

Biasanya, berapa pun penghasilan kita selalu saja tidak cukup. Ketika ada kesempatan dan iman percaya kita tidak kuat, godaan akan dengan mudah merasuki kita. Akibatnya, banyak orang yang tersandung dengan kasus korupsi. Korupsi sebenarnya sama saja dengan mencuri uang rakyat yang dibayarkan ke negara lewat pajak. Bekerjalah dengan sungguh-sungguh di dalam Tuhan. Karena, segala sesuatu yang kita kerjakan dengan sepenuh hati akan diberikan upahnya oleh Tuhan pada saatnya nanti.

Seperti dalan Efesus 4:28 kita diingatkan untuk tidak mengambil hak orang lain. "Orang yang mencuri, janganlah ia mencuri lagi, tetapi baiklah ia bekerja keras dan melakukan pekerjaan yang baik dengan tangannya sendiri, supaya ia dapat membagikan sesuatu kepada orang yang berkekurangan."

Mengucap syukur dalam segala hal adalah sesuatu hal yang dikehendaki Tuhan dalam hidup kita. Pekerjaan apa pun yang saat ini Anda kerjakan, kalau diserahkan sepenuhnya kepada Tuhan akan membuahkan hasil yang manis dan bisa dinikmati keluarga dengan penuh sukacita.

Bekerjalah untuk Tuhan dengan segenap hatimu. Bekerja untuk Tuhan tidak harus jadi pendeta atau pastor. Dengan pekerjaan yang sekarang kita geluti pun kita bisa memuliakan Tuhan. Muliakanlah Tuhan dengan pekerjaanmu sebagai guru, dosen, pegawai, manager, dokter, penyapu jalan dan profesi lainnya.

Dalam hal bekerja,kita harus saling menghargai. Karena, antara pekerjaan yang satu dengan pekerjaan lainnya saling berhubungan dan membutuhkan. Kita tidak perlu menganggap pekerjaan kita lebih baik dari orang lain. Karena pekerjaan apa pun sama saja di hadapan Tuhan. Dalam 1 Tesalonika 5:12 dituliskan, "Kami minta kepadamu, saudara-saudara, supaya kamu menghormati mereka yang bekerja keras di antara kamu, yang memimpin kamu dalam Tuhan dan yang menegor kamu."

Lalu dalam 2 Tesalonika 3:11 dituliskan, "Kami katakan ini karena kami dengar, bahwa ada orang yang tidak tertib hidupnya dan tidak bekerja, melainkan sibuk dengan hal-hal yang tidak berguna."

Sebuah perenungan bagi kita, ketika seorang pemuda bekerja disebuah perusahaan meminta kepada perusahaannya agar diberikan keringanan baginya tidak bekerja di hari Minggu dengan alasan menjalankan ibadah dan memuji Tuhan dengan sepenuh hati.

Mendengar permohonan itu, perusahaan memberikan kemudahan. Akan tetapi, tak berapa lama perusahaan melakukan perampingan. Pemuda tadi masuk dalam daftar orang-orang yang di PHK perusahaan. Si pemuda tadi tidak lantas putus asa dan melakukan aksi protes. Ia hanya berserah kepada Tuhan agar diberi pekerjaan yang lebih baik.

Roma 8:28 menuliskan, "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Amin.

Baca Juga Artikel Berita Terkait
Minggu, 22 Apr 2012 00:01 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris