Oleh : SAURMA. Tinggal hari ini, sebelum Imlek tiba. Keluarga demi keluarga yang merayakannya sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Mulai dari rencana persiapan makan besar hingga pertemuan keluarga yang membahagiakan.
Bicara tentang Imlek di Indonesia, orang akan langsung terkenang akan sosok mantan Presiden ke-4 RI Gus Dur. Karena Gus Dur-lah yang mengumumkan Tahun Baru China (Imlek) sebagai hari libur nasional sejak Januari 2001. Sehingga setiap tahun, hingga saat ini, hari besar yang satu ini dapat dinikmati masyarakat Indonesia, sebagaimana hari libur nasional keagamaan lainnya.
Hal ini tentu menjadi momen yang sangat berharga, karena sebelumnya, khususnya pada era Orde Baru, Perayaan Imlek dilaksanakan terbatas dan hanya dapat dirasakan lingkungan keturunan Tionghoa saja. Kini, setiap masyarakat Indonesia dapat berbaur dalam kegiatan perayaan Imlek yang lebih terbuka.
Tidak jarang kita lihat bagaimana perayaan ini dilaksanakan di berbagai lokasi dengan kemeriahan Imlek yang ditandai dengan warna-warna merah dan kuning keemasan yang memberi kesan tersendiri.
Kesempatan
Hari besar, termasuk Imlek, menjadi kesempatan bagi setiap orang untuk mempererat kebersamaan yang sebenarnya dengan keluarga besar masing-masing. Sebab, bisa saja selama ini antara anggota keluarga, antara saudara dan bahkan antara anak dan orangtua tidak dapat saling bertemu akibat kesibukan dan pekerjaan masing-masing. Karena itu, kesempatan libur hari besar menjadi sebuah momen istimewa yang ditunggu-tunggu.
Karena itu pula, tidak heran jika menjelang liburan hari besar, menjadi puncak kesibukan semua orang. Dimana-mana terlihat pergerakan yang lebih maksimal dari sebelumnya. Mulai dari jalanan, pusat perbelanjaan, bank hingga tempat-tempat hiburan menjadi lebih ramai dari biasanya.
Sebab, setiap orang ingin menggunakan kesempatan tersebut dengan kegiatan di luar rutinitas. Mulai dari merayakan hari besar dengan seluruh anggota keluarga hingga memilih lokasi makan bersama ataupun malah memilih liburan bersama keluarga besar ke tempat yang mereka inginkan.
Berhati-hati
Karenanya, sering diingatkan pada kita agar berhati-hati dalam memanfaatkan kesempatan tersebut agar semua menjadi lancar. Sebab jika tidak awas, kita malah kecolongan dan tidak dapat menikmati hari istimewa itu dengan kegembiraan.
Mulai dari perjalanan, di bank maupun pusat perbelanjaan ataupun tempat-tempat publik lainnya, kita diingatkan untuk waspada sebab banyak juga orang jahat yang ingin mengambil kesempatan pada hari itu.
Kita juga mesti merancang kegiatan selama lubiran itu dengan perhitungan keuangan, kemacetan serta kenyamanan tempat yang dituju jika ingin liburan ke luar kota. Sebab jika tidak dipersiapkan maka dapat saja kita tidak mendapatkan tempat penginapan yang nyaman karena semua kamar hotel sudah dipesan orang. Atau, kalaupun dapat maka kita terpaksa harus membayar dengan mahal karena hari padat demikian sering dimanfaatkan pengusaha hotel yang nakal dengan menaikkan tarif sesukanya.
Hal tersebut membuat setiap orang harus punya perencanaan libur yang matang sebelum harinya. Karena bisa ditebak jika lokasi rekreasi keluarga menjadi padat, demikian juga tingkat hunian hotel meningkat serta ramainya restoran dan pusat perbelanjaan.
Saling Menguatkan
Lalu, apa arti dari semua kebersamaan itu? Baik di rumah, di restoran ataupun di luar kota, intinya adalah menikmati kebersamaan dengan penuh kegembiraan. Namun lebih utama dari itu semua adalah adanya upaya saling menguatkan antara anggota keluarga sehingga keluarga tersebut dapat merasakan kerinduan akan hari besar itu lagi di tahun depan.
Karena tujuan utama adalah saling menguatkan, tentu saja ada upaya saling tolong menolong diantara kita. Sebab, seringkali rejeki setiap orang tidak sama, kesempatan setiap orang berbeda, tetapi dengan saling menguatkan maka ada upaya dukung mendukung antara anggota keluarga sehingga semua dapat menikmati kebersamaan dengan penuh gembira. Hal ini selain membahagiakan orangtua juga menambah kemesraan antara setiap keluarga.
Dalam hal ini tentu penting rasa empati, keterbukaan, rasa saling pengertian dan saling menghormati. Dengan demikian makna kebersamaan di hari besar yang istimewa itu dapat dinikmati seluruh anggota keluarga dengan penuh bahagia. Selamat merayakan Imlek. Gong Ci Fa Chai!