HONG Kong menghentikan operasi kereta gantung yang populer Kamis setelah kerusakan menyebabkan ratusan turis tergantung dalam cuaca sangat dingin pada hari libur Tahun Baru Imlek.
Sekira 800 penumpang nyaris "beku" ketika tergantung di udara pada temperatur di bawah tiga derajat Celsius setelah kereta kabel tersebut rusak Rabu untuk keempat kalinya dalam enam pekan.
Seorang wanita jurubicara Ngong Ping 360 kelolaan pemerintah mengatakan keputusan diambil untuk menghentikan operasi kereta gantung sepanjang 5,7 kilometer tersebut karena tali penarik "tidak berfungsi dengan baik."
Para penumpang tadi terdampar di dalam gondola-gondola itu selama lebih 30 menit. "Ketika itu udara sangat dingin, dan angin bertiup kencang. Kami tidak tahu apa yang terjadi dan lebih celakanya lagi tidak ada pengumuman apapun," ujar seorang penumpang dengan nada marah seperti dikutip The Standard.
Penumpang lainnya menuturkan pada koran The South China Morning Post: "Keadaan tersebut membuat kami merasa seperti sedang duduk di dalam sebuah peti es, tidak tahu apa yang akan terjadi. Yang kami lihat hanyalah kabut dan hujan saja. Liburan kami kini berantakan."
Perusahaan pengelola kereta gantung itu memulangkan uang kepada pemegang tiket. Ongkos pergi pulang untuk orang dewasa sebesar 125 dolar Hong Kong (15 dolar AS).
Jubir perusahaan tadi mengatakan operasi kereta gantung itu dihentikan selama 10 hari mulai Kamis untuk perbaikan problema yang terjadi berulangkali tersebut. (afp/bh)