23
Februari
 
A A A
Ekonomi - Sabtu, 28 Jan 2012 01:02 WIB
Obama Akui Buat Kesalahan, tapi Ekonomi AS Lebih Kuat
(Associated Press/Haraz N. Ghanbari) Presiden Barack Obama mengaku membuat kesalahan setiap jam dan setiap hari selama masa jabatannya sebagai presiden. Namun ekonomi nasional malah bertambah kuat. Obama sungguh seorang presiden AS yang bernasib baik: dari membuat kesalahan, datang keberuntungan.
Tapi dalam isu energi, Obama memilih berdiri netral setelah pihak Republik dan industri mengeritiknya untuk moratorium yang diberlakukannya setelah oil-spill di Teluk Meksiko.
Washington, (Analisa). Presiden AS Barack Obama mengaku membuat kekeliruan setiap hari, bahkan setiap jam selama masa jabatannya sebagai presiden. Namun dengan teguh ia tetap berada di belakang kerja keras pemerintahnya dalam memperbaiki ekonomi dan pasar lapangan kerja AS. Hal itu diungkapkannya di Las Vegas, Kamis, untuk memperjuangkan investasi dalam energi bersih, dengan menyatakan AS sebagai "Arab Saudinya gas alam" dalam pidatonya di depan para pekerja UPS.
"Lihat saja secara garis besar apa yang sudah kami lakukan, bukan berupa langkah-langkah yang kami ambil yang membuat ekonomi kita jauh sangat lemah dibandingkan keadaan kita sekarang," kata Obama di pusat UPS Las Vegas guna menunjukkan besarnya manfaat stasiun pengisian ulang yang akan memungkinkan kenderaan berbahan bakar gas alam cair (LNG) menempuh perjalanan dari Port of Long Beach ke Salt Lake City. Stasiun itu dibangun dengan bantuan rencana stimulus ekonomi 2009 Obama.

Dia juga mengemukakan tentang penjualan kontrak pengeboran minyak dan gas seluas hampir 38 juta acre di Gulf Coast dan penyelesaian pembangunan koridor jalan lintas untuk kenderaan yang mengangkut LNG, yang merupakan jawabannya terhadap kritik yang mengatakan kebijakannya telah melumpuhkan produksi energi domestik.

Menurut The Times Leader, Obama mengatakan, menyediakan gas alam "bisa memberi energi untuk kenderaan, rumah dan pabrik-pabrik kita dengan lebih murah dan lebih bersih."

Obama mengemukakan semuanya itu di Nevada, beberapa hari setelah menimbulkan kecaman pihak Republikan karena menolak jaringan pipa minyak lintas negara yang menyalurkan minyak Kanada ke kilang-kilang di Texas. Obama sangat menarik perhatian atas dua aspek kebijakan energinya, yakni produksi energi domestik lebih besar, dan investasi di dalam sumber energi bersih.

Gedung Putih melukiskan Obama sebagai ingin berdiri di tengah terkait energi setelah pihak Republik dan industri mengkritiknya untuk moratorium yang dilakukan setelah bencana Gulf (Coast), penolakan jalur pipa minyak Keystone XL dari Kanada, dan kebijakan lain yang menurut mereka telah menghalangi produksi, pekerjaan dan keamanan energi nasional.

Kemudian di Pangkalan AU Buckley di Colorado, Obama menekankan tentang penggunaan energi bersih yang makin besar di Departemen Pertahanan.

Hari Rabu, Obama berkunjung ke Iowa dan Arizona guna mendesak diberlakukannya insentif untuk pabrikan. Lawatan tiga harinya pasca penyampaian agenda State of the Union itu diakhiri di Michigan, Jum’at.

Memberikan gambaran tentang agenda energinya, Obama mengatakan Rabu bahwa dia sedang berusaha mempromosikan pembaharuan ekonomi. "Itu adalah ekonomi yang dibangun dengan energi Amerika, yang didukung oleh sumber-sumber energi alternatif dan yang dikembangkan di dalam negeri, yang membuat kita lebih terjamin dan tidak begitu bergantung kepada minyak luar negeri lagi," katanya kepada para pekerja di pabrik manufaktur Cedar Rapids.

Obama memenangkan suara pemilih di Nevada dan Colorado pada 2008 lalu. Colorado menjadi contoh negara bagian dengan program energi campuran, dari booming energi sinar matahari hingga penyaringan gas alam yang merupakan hasil kompromi antara perusahaan-perusahaan energi dan para pakar lingkungan. (AP/sy.a)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Senin, 20 Feb 2012 08:39 WIB
Sabtu, 18 Feb 2012 00:46 WIB
Sabtu, 18 Feb 2012 00:15 WIB
Sabtu, 18 Feb 2012 00:06 WIB
Informasi pemasangan iklan Online, e-mail iklan@analisadaily.com
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris