17
Mei
 
A A A
Gaya Hidup - Minggu, 29 Jan 2012 07:20 WIB
Hati - Hati Setelah Kenyang!
(gayahidup)
Oleh : SAURMA. RASA kenyang membuat seseorang sering mengantuk dan tidak jarang orang tidur setelah perut terisi penuh makanan dan minuman. Hal ini memberi makna, orang yang kenyang akan mudah lengah, karena itu judul tulisan ini menegaskan : hati-hati setelah kenyang!
Wajar saja, orang yang sudah kenyang akan terlihat lebih tenang, santai bahkan cenderung tidak memperdulikan sekelilingnya. Apalagi kalau sampai kekenyangan. Karena keyang dan kekenyangan akan memberikan respon rileks bagi tubuh kita. Hal itu membuat kita merasa nyaman dan tidak perlu mengejar ataupun mencapai sesuatu apapun lagi.

Kenyang yang membuat ngantuk ini membuat seseorang jadi lengah, mudah dimanfaatkan orang, dihianati dan dicelakakan.

Kenyang, atau kekenyangan di sini bukan saja kenyang dalam arti sebenarnya, yakni kenyang akan makanan. Tetapi juga menggambarkan kenyang atas hal yang lain. Sebut saja, trend saat ini, kenyang akan harta, kenyang akan jabatan dan lain sebagainya.

KENYANG HARTA

Pada orang yang kenyang harta, atau bahkan kekenyangan harta, bisa jadi memilih untuk menghabiskan hartanya dengan berpoya-poya. Apalagi jika harta yang ada merupakan harta warisan orangtua, yang didapat begitu saja, tanpa harus bersusah payah.

Orang yang kenyang harta ini akan menjadi mudah untuk menghambur-hamburkan hartanya. Tidak heran, seringkali kita melihat di sekitar kita, bagaimana putra atau putri dari seorang kaya raya yang mewariskan kekayaannya pada anak atau keturunannya, namun dalam sekejap harta warisannya itu sudah berpindah tangan ataupun berkurang drastis dari nilai awalnya.

Semua itu akibat kenyang atau kekenyangan harta. Orang akan menjadi mudah terbuai dan lalai sehingga merasa tidak perlu berbuat untuk mengurus hartanya agar tidak berkurang ataupun ludas dipoya-poyakan.

Apalagi jika harta itu didapatkan dengan sangat mudah tanpa harus bersusah payah, seperti dari hasil korupsi ataupun kejahatan. Orang cenderung ringan saja untuk menghabiskannya. Sehingga dengan cepat dan tanpa terasa harta itu sudah habis di tangannya.

Karena itu, kenyang harta sepatutnya disikapi dengan berbagi. Sebab, banyak orang yang membutuhkan sebagian dari harta itu untuk kehidupannya. Betapa, berartinya harta itu ketika dibagikan pada orang yang berkekurangan dan doa orang itu akan membahagiakan hidup orang yang mau berbagi harta tadi.

Apalagi, berbagi juga bermakna mengembangkan harta Anda. Karena sebagian dari harta yang Anda berikan itu lalu akan dijadikan modal usaha sehingga berkembang dan dapat dimanfaatkan untuk kehidupan orang yang lain lagi.

KENYANG JABATAN

Demikian pula dengan kenyang jabatan. Terutama jabatan yang diperoleh dengan mudah, lewat jalur kolusi ataupun nepotisme. Orang cenderung untuk tidak terlalu menghargainya. Sehingga, meski menjadi pejabat, namun orang ini tidak mampu bersikap sebagai pemimpin.

Jabatan yang ada justru hanya menjadi jalan untuk memenuhi pundi-pundi hartanya, tanpa memikirkan prestasi kerja yang dapat menampilkan kinerja yang memuaskan bagi orang yang memberi jalan baginya mendapat jabatan dan bagi orang yang dipimpinnya.

Pemikiran untuk mengganti sejumlah dana yang sudah digunakan untuk mendapatkan jabatan itu membuatnya lebih berburu uang. Dan ketika peluang mendapatkan uang semakin besar, membuatnya jadi serakah. Tidak jarang kita lihat di sekeliling kita, orang yang belum lama menduduki jabatannya sudah harus berhadapan dengan para demonstran dan aparat hukum, akibat keserakahannya.

Apalagi jika jabatan itu diikuti jabatan lainnya dimana-mana, membuat orang ini tidak tahu lagi apa yang harus dikerjakannya. Ia hanya bangga dengan jabatan yang dimilikinya. Banyaknya jabatan membuat ia lalai dan mulai melakukan berbagai kesalahan demi kesalahan. Padahal, resiko sebagai pejabat, tentu saja segala sesuatu kebijakan dan tindakannya menjadi perhatian bawahan serta masyarakat umum. Sehingga, tanpa disadarinya, orang sudah memiliki cukup bukti dan alasan untuk menjatuhkannya dari kursi jabatan yang diperolehnya dengan cara tidak simpatik itu tadi.

Padahal, andai dapat berbagi atas jabatan yang dimilikinya, tentu bebannya menjadi tidak terlalu besar. Selain itu, ada kesempatan baginya untuk fokus memikirkan upaya meningkatkan prestasi kerja. Hal ini tentu akanmembuat orang tidak lagi "terlalu" memperhatikan alasannya mendapatkan jabatan itu.Tapi cenderung menilai dan memuji tindakan dan kebijakannya selama memimpin, yang berpihak pada kemajuan dan kesejahteraan publik. Bahkan ini tentunya akan membuatnya seakan "dimaafkan" dari kecurangannya dalam mendapatkan jabatan.

Karena itu, bagi yang sedang kenyang jabatan, bolehlah memikirkan hal ini sebelum kewalahan sendiri dengan jabatan-jabatan yang ada dan menjadikannya lengah serta bisa jadi terancam berhadapan dengan hukum.

Demikianlah, kenyang, apalagi sampai kekenyangan, akan memberi dampak negatip yang sepatutnya dihindarkan. Terutama, membuat kita lalai, malas dan kehilangan semangat untuk berbuat yang lebih baik lagi dalam hidup kita.

Karenanya, berhentilah sebelum Anda kenyang ataupun sampai kekenyangan. Berhentilah sebelum Anda kenyang makan, kenyang harta ataupun kenyang jabatan. Saatnya berbagi dengan sesama Anda yang juga memerlukan apa yang sudah berlebihan ada pada diri Anda!

Karena tidak dapat dipungkiri, jika seseorang terlihat kenyang, apalagi kekenyangan, maka akan banyak orang yang datang untuk meminta-minta, ataupun memeras dengan berbagai cara, jika orang ini mengetahui berbagai kejahatan orang yang kenyang tadi.

Padahal, jika seseorang terlihat biasa saja, tidak kenyang ataupun tidak lapar, orang akan lebih menghargai orang ini dalam arti sebenarnya. Hidupnya akan menjadi tenang dan nyaman tapi bukan tenang dan nyaman akibat kekenyangan, yang kemudian membawanya pada petaka. Tetapi tenang dan nyaman karena tidak menyimpan kesalahan sehingga mampu berpikir jernih, kreatif serta punya semangat hidup yang tinggi. Hidup adalah pilihan kita masing-masing. Ini sekedar renungan.
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 21 Jan 2012 23:24 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris