17
Mei
 
A A A
Lintas Daerah - Jumat, 03 Feb 2012 00:49 WIB
Limapuluh, (Analisa) . Puluhan mahasiswa Muhammadiyah Batubara menggelar unjukrasa di Kantor DPRD Jalan Perintis Kemerdekaan Limapuluh Rabu (1/2). Mereka minta agar dalam penyaluran dana bantuan masjid dari Gubsu tidak ada pungutan liar (pungli), korupsi, dan sejenisnya.
Juru bicara mahasiswa Muhammadiyah tersebut, Khairil dan Kiki Kemani mengatakan, ada indikasi pengurus Dewan Masjid Indonesia (DMI) Batubara yang menerima bantuan dana itu dari Plt Gubsu baru-baru ini, berusaha melakukan pungli dengan berbagai alasan.

Hendaknya hal tersebut tidak dilakukan. Apalagi bantuan yang dialokasikan adalah untuk masjid. Alangkah naibnya kalau bantuan untuk masjid disimpangkan dengan cara melakukan pungli dengan berbagai alasan.

Karenanya para mahasiswa itu minta agar DPRD Batubara menjembatani kasus tersebut.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Batubara Paijan MS yang menerima para mahasiswa itu berjanji memanggil pengurus DMI Batubara Jum’at (3/2). Disebutkan, bantuan dana untuk masjid di Batubara yang diserahkan Plt Gubsu tersebut berjumlah Rp 2,3 milyar.

Mendengar jawaban anggota dewan, para mahasiswa yang berunjukrasa pulang ke tempat masing-masing. Selain mahasiswa Muhammadiyah, unjukrasa dan audiensi kelompok lainnya juga terjadi pada saat yang sama. (al)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Rabu, 02 Mei 2012 08:45 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris