17
Mei
 
A A A
Kota - Sabtu, 04 Feb 2012 08:51 WIB
Aliansi Ormas Islam Kembali Unjukrasa Hotel Emerald Garden
Nyaris Bentrok, Satu Pengunjukrasa Pingsan dan Neonbox Hotel Hancur
(Analisa/junaidi gandy) Massa pengunjuk rasa dari Aliansi Ormas Islam Sumut memaksa masuk ke areal Hotel Emerald Garden yang dihadang petugas kepolisian saat melancarkan aksi unjukrasa di depan hotel tersebut, Jumat (3/2). Aksi ini menuntut dibangun kembali Masjid Raudhatul Islam dan Masjid Chairiyah yang telah dirubuhkan oleh pengembang.
Medan, (Analisa). Seratusan massa tergabung dalam Aliansi Ormas Islam Sumatera Utara (Sumut) Pembela Masjid kembali berunjukrasa di depan Hotel Emeral Garden Jalan Putri Hijau Medan menuntut dibangunnya kembali dua masjid yang telah dibongkar pihak pengembang properti PT JM berkantor di hotel tersebut, Jumat (3/2) sore.
Pengunjukrasa tiba di lokasi, setelah selesai salat Jumat dengan membawa poster, spanduk dan soundsistem menggelar orasi bergantian untuk membakar solidaritas massa.

Dalam orasinya para pengunjukrasa mengecam penghancuran masjid.

Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid juga menilai proses penghancuran masjid dan pemindahannya bertentangan dengan Undang-Undang Wakaf dan Syariat Islam.

"Kami menyayangkan sikap tidak profesional dan tidak proporsional aparat," ujar salah sorang ortator sambil membacakan pernyataan sikap Aliansi Ormas Islam Pembela Masjid diketuai Leo Imsar Adnan dan drg M Syahbana sebagai sekretaris.

Bangun Kembali

Sehubungan dengan itu, Aliansi Ormas Islam meminta pihak pengembang membangun kembali Masjid Raudatul Islam Gang Peringatan, Masjid Al Khairiyah belakang Hotel Emerald Garden dan Masjid Al Ikhlas Jalan Timor Medan.

Para pengunjukrasa juga meminta pihak keamanan agar lebih proporsional dan profesional dengan lebih mementingkan kepentingan umum masyarakat. "Kami juga mendesak seluruh kepala daerah agar melindungi masjid demi kelangsungan kehidupan berbangsa dan bernegara yang harmonis," tukasnya.

Aksi unjukrasa dengan orator Rafdinal, Asmu’i Parinduri, Indera Suheri danlainnya nyaris ricuh karena pihak kepolisian tidak menghadirkan pihak pengembang.

Massa juga sempat terlibat aksi dorong mendorong antara petugas Sat Sabhara Polresta Medanmelalukan pagar betis pintu masuk hotel dengan pengunjukrasa yang memaksa masuk.

Akibat aksi dorong mendorong tersebut salah seorang pengunjukrasa Tamizi terkena pukulan dan jatuh ke parit serta belakangan pingsan kelelahan.

Korban lalu diboyong rekannya ke rumah sakit terdekat guna mendapatkan pertolongan.

Hancurkan

Selain itu, massa yang memulai memanas tanpa tercegah juga menghancurkan neonbox Hotel Emerald Garden dengan menggunakan kayu. Setelah puas berorasi massa lalu melaksanakan Salat Ashar di depan hotel setelah itu melakukan opasi penutup sambil mengancam akan kembali lagi Jumat depan dengan jumlah massa yang lebih besar lagi.

Setelah itu para pengunjukrasa meninggalkan lokasi yang dikawal ketat pesonil Polresta Medan yang dipimpin Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga didampingi Kabag Ops, Kasat Intelkam Kompol Ahyan, Kasat Sabhara Kompol Benny Saragih, Kapolsek Medan Barat Kompol Nasrun Pasaribu dan Kanit Reskrim AKP Anthoni Simamora beserta anggota.

Aksi unjukrasa tersebut juga sempat menyebabkan pihak SPBU di depan hotel tutup selama ujukrasa berlangsung dan arus lalulintas dari Jalan Putri Hijau menuju Jalan KL Yos Sudarso ditutup satu arah dilakukan pihak Sat Lantas Polresta Medan dibawah kendali Kasat Lantas Kompol I Made Ary Pradana.(aru)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 28 Jan 2012 07:49 WIB
Minta Dua Masjid yang Dirubuhkan Dibangun Kembali
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris