21
Mei
 
A A A
Mancanegara - Jumat, 10 Feb 2012 07:19 WIB
Bom Meledak di Somalia, 15 Orang Tewas
(AP/Farah Abdi Warsameh) Warga Somalia mengamati rongsokan kendaraan yang digunakan sebagai bom mobil di ibukota Mogadishu, Somalia, Kamis (9/2).
Mogadishu, (Analisa). Sedikitnya 15 orang tewas akibat serangan bom bunuh diri yang dilakukan kelompok Shebaab di ibukota Somalia, Kamis (9/2).
"Ledakan bunuh diri mengerikan itu dilakukan oleh para penjahat putus asa, menewaskan sedikitnya 15 warga sipil tak berdosa, sementara 20 lainnya terluka," kata walikota Mogadishu, Mohamed Nur Ahmed, memperbarui jumlah korban yang semula 11 orang.

Nur mengatakan, dua anggota parlemen juga menderita luka ringan dalam ledakan di satu kafe kecil di mana orang berkumpul untuk minum teh, di jantung pemerintahan dan dekat dengan istana presiden.

"Mereka adalah pengecut, menyerang sasaran lunak - orang tidak bersalah yang sedang minum teh," kata Nur.

Ia mengatakan serangan itu merupakan yang terbaru dalam serangkaian ledakan, termasuk bom pinggir jalan dan ledakan granat yang telah mengguncang ibukota Somalia.

Para pejuang garis keras Shebaab mengatakan, serangan mereka telah ditargetkan kepada para pejabat pemerintah di hotel terdekat, Mona, satu tempat terkenal karena serangan Agustus 2010 ketika pasukan bersenjata Shebaab bunuh diri, menewaskan 32 orang termasuk enam anggota parlemen.

"Para pejuang mujahidin melakukan serangan bom terhadap Hotel Mona, dimana para anggota parlemen murtad dan pejabat keamanan tinggal," kata Juru bicara Shebab Sheikh Abdulaziz Abu Musab.

"Kami akan terus menargetkan mereka di manapun."

Mogadishu telah mengalami peningkatan serangan tersebut sejak kelompok garis keras Shebab meninggalkan posisi tetapnya di sana pada Agustus dan beralih ke taktik gerilya terhadap tentara Uni Afrika dan pemerintah yang didukung Barat.

Ledakan itu adalah yang paling mematikan di kota yang dilanda perang sejak Oktober, ketika satu truk penuh bahan peledak menewaskan sedikitnya 82 orang.

Serangan itu terjadi setelah beberapa jam Perwakilan Khusus Uni Eropa untuk Tanduk Afrika, Alexander Rondos mengunjungi kota yang didera perang itu, tempat ia bertemu para pejabat pemerintah yang diperangi di istana kepresidenan. (Ant/AFP)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Kamis, 05 Apr 2012 00:20 WIB
Sedikitnya 10 Orang Tewas
Kamis, 22 Mar 2012 06:49 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris