Sepertinya jalan JYJ masih belum mudah. Mereka kembali menghadapi kesulitan bisa berkarya. Baru-baru ini film dokumenter, The Day, tiba-tiba saja dibatalkan penayangannya 10 hari menjelang premier. C-JeS Entertainment menyatakan semua itu karena CJ CGV yang melanggar kontrak, dan kini mereka mengambil tindakan hukum. Mendengar itu, fans trio ini pun marah besar.
Pada 30 Januari lalu, C-JeS Entertainment memberitakan lewat rilisan pers resminya bahwa film debut JYJ berjudul ‘The Day’ dengan amat disayangkan terpaksa dibatalkan. Mereka beralasan CGV (jaringan bioskop besar di Korea) sudah melanggar kontrak dengan alasan tak diketahui.
"Kami sudah menghubungi mereka selama lebih dari sebulan ini, sejak Desember lalu, dan bahkan menandatangani kontrak pada 20 Desember lalu, namun mereka memberitahu kami karena kontraknya tidak disetujui oleh pemegang keputusan terakhir, maka kini kontraknya harus disahkan," ungkap C-JeS.
CGV mencoba membela diri. "C-JeS terburu-buru mengeluarkan rilisan pers, memberitahukan publik mengenai perilisan filmnya meski kontraknya belum difinalkan," jelasnya.
Mereka juga mengatakan, "Saat mempelajari kontraknya, kami menemukan beberapa masalah. Kami juga tidak pernah membuat keputusan bersama untuk menayangkannya."
Tapi, menurut C-JeS, CGV tidak melakukan proses yang tepat dan akhirnya membuat film ini sulit diputar. C-JeS menganggap ini tidak beralasan, dan mereka merasa ada banyak tekanan dan faktor dari luar yang masuk dalam pertimbangan.
"Kami tak bisa mengerti bagaimana mereka bisa membatalkan kontraknya setelah menolak kompensasi, meski mereka sudah setuju pada semuanya di rilisan persnya," terang C-JeS.
"Fakta bahwa mereka melanggar kontrak setelah rilisan pers dikeluarkan menunjukkan bahwa ada banyak tekanan dari luar yang mempengaruhi keputusan.
Mereka menyalahgunakan posisi sebagai franchise besar/badan yang memegang semua kartu, dan kami akan mengadukannya kepada Fair Trade Commission dan Grievance Committee," lanjutnya.
"Hal tidak masuk akal ini tidak sesuai dengan hukum dan menimpa JYJ sekitar dua tiga kali dalam seminggu. Kami mungkin tak punya kekuatan untuk melawan perusahaan besar, tapi kami tak ingin ada orang lain yang menjadi korban ketidakadilan ini. Karena itu, kami tak segan untuk berjuang dengan kasus ini," tandas CEO C-JeS, Baek Chang Joo. (agc)