21
Mei
 
A A A
Mancanegara - Senin, 13 Feb 2012 07:35 WIB
Pemerintah Suriah Bantah Serbu Daerah Permukiman di Homs
(AP) Tank militer Suriah yang hancur akibat serangan pemberontak tampak di salah satu jalan di kota Homs, Minggu (12/2).
Damaskus, (Analisa). Wakil Menteri Luar Negeri Suriah Minggu (12/2), membantah "karangan media" tentang laporan bahwa tentara Suriah telah menggunakan tank untuk menyerang kawasan perumahan di propinsi Tengah Homs.
Faisal Mikdad mengatakan kepada wartawan bahwa "kelompok bersenjata" menggerakkan kekerasan meningkat ketika Dewan Keamanan PBB yang membahas krisis Suriah, mengatakan "para pejabat penegak hukum bergerak sangat hati-hati dan waspada untuk tidak menimbulkan kerusakan pada warga sipil atau properti mereka."

"Sebagian besar korban adalah pasukan pemerintah," katanya. Sementara itu, pejabat Rusia menepis kemungkinan pengakuan Liga Arab terhadap oposisi.

Pengakuan "akan menjadi masalah berbahaya dalam hubungan antar negara Arab, tetapi tidak akan mengubah sesuatu dalam krisis karena pendukung pemerintah Suriah adalah pendukung yang kuat," katanya.

Para Menteri Luar Negeri Liga Arab akan membahas kemungkinan pengakuan bahwa Dewan Nasional Suriah sebagai kelompok oposisi utama pada pertemuan di ibukota Mesir, Kairo, pada Minggu, lapor surat kabar Arab Saudi "Al Sharq", mengutip sumber Arab.

Mikdad menyerukan semua negara Arab untuk membantu Suriah dengan mendukung upaya reformasi dan menghentikan dugaan dukungan mereka terhadap "kelompok bersenjata."

"Suriah akhirnya akan menang melalui rekonsiliasi dan melalui memulai dialog dengan semua spektrum rakyat Suriah," katanya, seraya menambahkan bahwa Suriah telah menerima untuk melakukan dialog di Rusia, sedangkan oposisi menolak usulan tersebut.

Mengenai keputusan beberapa negara untuk menarik kembali misi diplomat mereka dari Suriah, Mikdad mengatakan "ini benar-benar bukan cara berurusan antara negara Arab, bahkan pada waktu perang sekalipun."

Ia menambahkan bahwa Suriah "menyesalkan" tindakan tersebut.

Mengenai kembalinya misi pemantau Liga Arab ke Suriah, Mikdad mengatakan bahwa Suriah menyambut pembaruan mandat dan kelanjutan kehadiran misi pemantau. (Ant/Xinhua-0ANA)
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris