21
Mei
 
A A A
Mancanegara - Kamis, 16 Feb 2012 07:20 WIB
Kairo, (Analisa). Surat kabar resmi Mesir di dalam berita utama mereka Rabu (15/2), menuduh AS berencana menyebar kekacauan di Mesir.
"AS berada dibelakang kekacauan" demikian pernyataan di halaman depan harian Al Gomhuria. "Dana Amerika bertujuan menyebar kekacauan di Mesir," tulis harian Al Ahram di berita utamanya. Surat kabar itu adalah harian dengan oplah paling banyak di Mesir.

Berita utama tersebut dilandasi atas komentar yang dikeluarkan pada Oktober 2011 kepada para hakim penyidik oleh Menteri Kerja Sama Internasional Faiza Abul Naga. Tapi pernyataan itu baru muncul pada Senin (13/2), ketika disiarkan oleh kantor berita resmi Mesir, MENA.

Seperti Al Ahram dan Al Gomhuria, MENA adalah bagian dari media negara yang setia kepada pemerintah, yang telah menjadi alat pembentukan pendapat umum yang mendukung negara Mesir.

Di dalam pernyataannya, Faiza Abul Naga mengaitkan apa yang ia katakan sebagai lonjakan dana AS buat kelompok masyarakat sipil tahun lalu dalam upaya mengendalikan jalur peralihan pasca-Hosni Mubarak guna menggolkan kepentingan Amerika dan Israel.

"Semua petunjuk memperlihatkan ada keinginan jelas guna menggagalkan setiap peluang bagi Mesir untuk muncul sebagai negara demokratis yang modern dengan ekonomi kuat," kata a menteri itu sebagaimana dikutip oleh Reuters, Rabu.

Ditambahkannya, itu akan menjadi ancaman bagi kepentingan Amerika dan Israel.

Mesir berkeras kasus lembaga swadaya masyarakat (LSM) tersebut adalah masalah kehakiman dan semua LSM, tak peduli apa pun asalnya, harus mematuhi hukum di Mesir.

Namun saat dikeluarkannya pernyataan itu seperti pemberitahuan mengenai isinya hanya beberapa hari setelah penguasa militer Mesir tampaknya berusaha meredam ketegangan yang sekarang mengancam 1,3 miliar dolar AS bantuan tahunan militer AS buat Kairo.

Jenderal Martin Dempsey, perwira senior militer AS sebagai Kepala Staf Gabungan, Selasa, mengatakan kepada Senat ia telah berusaha meyakinkan para jenderal yang berkuasa di Mesir mengenai seriusnya kasus itu.

"Saya menghabiskan waktu satu-setengah hari dalam percakapan dengan mereka untuk mendorong mereka dalam pernyataan yang paling kuat agar menyelesaikan ini sehingga hubungan militer-dengan-militer kita dapat berlanjut," kata Dempsey kepada Komite Layanan Angkatan Bersenjata Senat.

Pertikaian itu adalah yang terburuk dalam lebih dari 30 tahun hubungan erat Mesir-AS dan telah menambah rumit upaya Washington untuk membina hubungan dengan dewan militer yang mengambil-alih wewenang dari Mubarak setelah ia terguling dalam revolusi rakyat setahun lalu. (Ant/Rtr)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Senin, 23 Apr 2012 09:48 WIB
Selasa, 13 Mar 2012 07:16 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris