Teheran (ANTARA News) - Seorang pejabat kementerian luar negeri Iran mengatakan Rabu bahwa aliran minyak Iran ke negara-negara Uni Eropa "tidak akan dihentikan pada saat ini", kata kantor beritan setengah resmi Mehr.
Hassan Tajik, direktur umum Biro Eropa Barat kementerian luar negeri mengatakan bahwa dari hal itu didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan "kemanusiaan", maka Iran tidak akan mengurangi ekspor minyaknya ke negara-negara Uni Eropa saat ini, kata Mehr.
Namun, Iran telah menyimpulkan untuk mengirimkan "pesan yang kuat dan serius" kepada Uni Eropa mengenai kontrak minyak, dan menjelaskan bahwa pesan republik Islam adalah segera dapat menggantikan pelanggan minyak.
Pada catatan terkait, informasi yang diperoleh dari kementerian perminyakan Iran menyiratkan cahaya yang agak berbeda mengenai kebijakan ekspor minyak negara itu.
Menurut kementerian itu, Iran telah memutuskan "untuk menghentikan ekspor minyaknya ke Prancis dan Belanda serta telah memberikan ultimatum kepada empat negara lainnya, yaitu Italia, Spanyol, Yunani dan Portugal, untuk memperpanjang kontrak mereka dengan Iran yang akan mencakup jangka panjang."
Pada Rabu pagi, TV satelit lokal Press melaporkan bahwa Iran telah memotong ekspor minyaknya kepada enam negara Uni Eropa (UE), namun nama-nama tidak disebutkan oleh saluran TV yang bersangkutan.
Pada Rabu, kementerian luar negeri Iran memanggil duta besar Prancis, Italia, Spanyol, Belanda, Yunani dan Portugal untuk membahas sanksi-sanksi Uni Eropa baru-baru ini terhadap Iran., demikian Xinhua melaporkan.
(H-AK)