Mogadishu, (Analisa). Ratusan warga Somalia berpawai di ibukota negara itu, Mogadishu, Kamis (16/2), dalam protes terbuka yang hampir tidak pernah terjadi untuk menentang gerilyawan Al Shabaab dan Al Qaeda.
"Pergi Al Qaeda! Pergi Al Shabaab!" teriak massa, ketika mereka bergerak di jalanan dekat istana presiden, melewati daerah yang biasanya dilanda serangan bom mobil dan bunuh diri yang dilakukan oleh gerilyawan Al-Shabaab.
Demonstran yang membawa spanduk yang menentang jaringan Al Qaeda mengatakan, mereka ingin mengalahkan kelompok garis keras itu, yang memerangi pemerintah lemah Somalia yang didukung Barat.
"Negara ini untuk rakyat Somalia, bukan untuk gerilyawan asing seperti Al Qaeda -- kami tidak mentoleransi kekerasan mereka lagi," kata Presiden Sharif Sheikh Ahmed kepada massa.
Demonstrasi itu dilakukan setelah pawai Senin oleh gerilyawan Al Shabaab, ketika mereka merayakan pengakuan kelompok itu sebagai anggota Al Qaeda oleh pemimpin jaringan tersebut pengganti Osama bin Laden.
"Kita telah cukup banyak menderita dan tidak ingin kekerasan lagi: Al Qaeda harus berhenti mencampuri urusan Somalia dan meninggalkan negara kita," kata Suleiman Mumin, salah seorang pemrotes.
"Al Qaeda dan Al Shabaab telah mengatakan "tidak untuk kehidupan" di Somalia, maka semua orang siap beperang melawan mereka sekarang," kata Mumin.
Pengumuman penyatuan Al Shabaab Somalia dengan Al-Qaeda disampaikan oleh pemimpin jaringan global itu, Ayman al-Zawahiri, dalam sebuah pesan video yang dipasang di situs jihad pada Kamis (9/2).
"Saya mengumumkan berita utama bagus bagi negara Islam kita, yang akan... mengganggu pasukan Barat, dan itu adalah penggabungan gerakan Al Shabaab di Somalia dengan Al Qaeda," kata Zawahiri.
Pada bagian pertama dari rekaman video itu, pemimpin Al-Shabaab Ahmed Abdi Godane, yang juga dikenal sebagai Mukhtar Abu Zubair, mengatakan kepada Zawahiri, "Kami akan bersama anda sebagai pasukan setia."
"Atas nama saudara mujahidin saya, pemimpin dan prajurit... saya berjanji taat," kata Zubair.
"Bimbing kami ke jalan jihad dan kesyahidan, di langkah yang digariskan syuhada kita Osama bin Laden untuk kita," tambah Zubair, menunjuk pada mantan pemimpin Al Qaida yang tewas tahun lalu dalam serangan rahasia AS terhadap tempat persembunyiannya di Pakistan. Kelompok Al-Shabaab menyatakan kesetiaan pada Osama dalam rekaman video yang dibagikan pada 2009. (Ant/AFP)