21
Mei
 
A A A
Mancanegara - Sabtu, 18 Feb 2012 07:36 WIB
Bom Mobil Meledak Mabes Polisi Somalia
(AP/Farah Abdi Warsameh) Tentara pemerintah Somalia berjaga-jaga dekat lokasi ledakan mobil di dalam pekarangan departemen investigasi kepolisian di Mogadishu, Somalia, Jumat (17/2).
Mogadishu, (Analisa). Ledakan bom mobil terjadi di dalam markas besar polisi di ibukota Somalia, Mogadishu, Jumat (17/2), melukai setidaknya seorang polisi.
"Sebuah mobil berisi penuh bahan peledak yang disita pasukan keamanan pagi ini meledak - - seorang personil polisi cedera dalam insiden itu," ucap Abdulahi Ahmed, seorang petugas polisi Somalia. "Kami masih mengusut insiden itu."

Ledakan tadi terjadi di pelataran Departemen Investigasi Kriminil kepolisian Somalia.

Menurut para saksi, mobil tersebut meledak saat diparkir di dalam pekarangan, menghancurkan tembok perimeter.

"Mobil meledak di pelataran parkir, ledakan itu sangat kuat dan asap serta api menjilat ke udara," ujar Farah Adan, seorang saksi.

Sejauh ini tidak segera jelas apa yang menyebabkan ledakan itu, tapi beberapa petugas keamanan belum lama ini tewas atau cedera setelah bom-bom yang ditinggalkan diyakini sudah dijinakkan, namun kemudian meledak dengan detonator tersembunyi kedua.

Belum segera ada kelompok menyatakan bertanggungjawab atas serangan Jumat, terbaru dalam serangkaian ledakan termasuk bom-bom pinggir jalan dan ledakan-ledakan granat yang mengguncang ibukota Somalia dalam bulan-bulan terakhir.

Serangan-serangan seperti ditu i kota tersebut meningkat sejak Shebab bersekutu dengan al-Qaeda meninggalkan posisi-posisi tetap disini pada Agustus dan beralih menggunakan taktik gerilya melawan pasukan Uni Afrika dan pemerintah dukungan Barat.

Pekan lalu, seorang pembom bunuh diri menewaskan sedikitnya 15 orang di sebuah kafe dekat istana kepresidenan, ledakan paling banyak menelan korban jiwa di kota bergolak sejak Oktober ketika sebuah truk bermuatan bahan peledak menewaskan sedikitnya 82 orang.

Somalia tidak memiliki pemerintah pusat efektif sejak 1991 dan pemerintah di Mogadishu dijaga oleh pasukan AU berkekuatan 10.000 personil dari Uganda, Burundi dan Djibouti. Somalia menghadapi salah satu krisis kemanusiaan terparah di dunia, demikian menurut PBB.

Ribuan orang Somalia lari ke Mogadishu setelah pasukan pemerintah dukungan AU pekan ini melancarkan serangan baru terhadap posisi-posisi Shehab di daerah pinggiran ibukota. (AP/AFP/es)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Kamis, 05 Apr 2012 00:20 WIB
Sedikitnya 10 Orang Tewas
Kamis, 22 Mar 2012 06:49 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris