21
Mei
 
A A A
Rupa-rupa - Minggu, 19 Feb 2012 00:04 WIB
Penelitian: Penguasa Selalu Merasa Dirinya Lebih Tinggi
Nicolas Sarkozy
KENDATI Nicolas Sarkozy tubuhnya tergolong pendek namun, ia justru merasa dirinya lebih tinggi karena dia adalah Presiden Prancis, padahal dia termasuk salah satu pemimpin negara yang berfisik pendek, demikian diberitakan kantor berita Perancis Afp.
Boleh jadi orang menganggap ini cuma isapan jempol belaka, tetapi percaya atau tidak sejumlah ilmuwan mengatakan bahwa semakin besar kekuasaan seseorang, maka dia akan merasa tubuhnya lebih tinggi.

Michelle Duguid dari Washington University di St. Louis dan Jack Goncalo dari Cornell University, New York dalam sebuah riset menempatkan sejumlah sukarelawan dalam kondisi berkuasa sebelum menguji persepsi mereka tentang tinggi badan.

Dari riset itu mereka menemukan bahwa ada korelasi yang jelas antara merasa berkuasa dan merasa tinggi.

"Pengalaman psikologi akan kekuasaan bisa menyebabkan orang lain merasa lebih tinggi dari keadaan sebenarnya," tulis dua ilmuwan itu.

Dalam eksperimen pertama, dari tiga eksperimen yang digelar, sejumlah sukarelawan diminta untuk mengingat sebuah insiden ketika mereka memiliki kuasa atas orang lain sementara, kelompok lain diminta mengingat pristiwa ketika orang lain punya kuasa atas mereka.

Galah

Setelah itu mereka diminta untuk membandingkan tinggi mereka dengan sebuah galah yang diatur lebih tinggi 20 inci ketimbang tinggi mereka sebenarnya.

Kelompok pertama mengatakan mereka merasa tinggi badan mereka mendekati tinggi galah itu. Ada pun kelompok kedua, yang diminta mengingat pengalaman menjadi "bawahan" merasa sebaliknya.

Dalam ekpserimen kedua, sejumlah pasangan sukarelawan diminta untuk memainkan peran, salah satunya menjadi manajer dan satu orang lagi menjadi bawahannya.

Mereka lalu diminta untuk menuliskan tinggi badan mereka dalam kuisiner. Seperti yang sudah diduga mereka yang berperan sebagai manajer cenderung melebih-lebihkan tinggi badan mereka.

Dalam ujian terakhir para sukarelawan kembali diminta mengingat pengalaman seperti pada eksperimen pertama lalu disuruh memilih avatar yang paling mewakili diri mereka dalam sebuah permainan. Lagi-lagi mereka yang merasakan pengalaman "berkuasa" memilih avatar yang lebih tinggi.

"Kami menemukan bahwa orang benar-benar merasa dirinya lebih tinggi ketika berada di posisi yang lebih berkuasa," simpul Duguid dan Goncalo seperti yang disiarkan surat kabar Daily Mail.

(dmc/bsc/elz)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 11 Feb 2012 00:19 WIB
Minggu, 15 Mei 2011 23:04 WIB
Kamis, 12 Mei 2011 01:31 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris