Oleh : Jekson Pardomuan. Tahun ini, berdasar pada pemberitaan di beberapa media dikatakan bahwa dalam waktu dekat akan diselenggarakan Momentum Doa Sedunia (World Prayer Assembely-WPA) 2012. Dimana 200 negara akan terlibat dalam momentum doa tersebut. Apa yang akan didoakan? Apakah dari antara kita masih ada yang tidak bisa berdoa?
Dalam sebuah pertemuan atau persekutuan, masih saja ada ditemukan anak-anak Tuhan yang tidak tahu berdoa dan malu untuk berdoa. Ketika ditunjuk untuk berdoa, ada saja alasannya dan mengatakan yang lebih tua lah yang berdoa. Padahal, Tuhan Yesus telah mengajarkan kita berdoa dengan sangat sederhana.
Matius 6 : 9-13 menuliskan, "Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga. Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya dan ampunilah kami akan kesalahan kami, seperti kami juga mengampuni orang yang bersalah kepada kami; dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan, tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat. (Karena Engkaulah yang empunya Kerajaan dan kuasa dan kemuliaan sampai selama-lamanya. Amin."
Karena,doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya. (Yakobus 5:16) Kemudian, setiap kali berdoa jangan pernah menjelekkan orang lain dalam doa atau menghujat orang lain di dalam doa. Akan tetapi, selalulah memiliki jiwa pengampun dan pemaaf. "Karena jikalau kamu mengampuni kesalahan orang, Bapamu yang di sorga akan mengampuni kamu juga. Tetapi jikalau kamu tidak mengampuni orang, Bapamu juga tidak akan mengampuni kesalahanmu." (Matius 6 : 14-15)
Seperti dikatakan dalam firman Tuhan, bahwa doa orang benar besar kuasanya. Berarti sudah seharusnya kita selalu ambil bagian dalam doa. Karna banyak berdoa berarti banyak kuasa, sedikit berdoa sedikit kuasa, dan tidak berdoa berarti tidak ada kuasa sama sekali. Doa juga nafas kehidupan bagi umat yang percaya, karna hanya orang yang percaya saja yang benar-benar mau berdoa. Dalam kenyataan di dalam kehidupan kita sehari-hari, sering kali orang tidak berdoa karna tidak percaya dan takut doanya tidak akan dijawab oleh Tuhan.
Pemazmur menyatakan bahwa hanya orang-orang benar (saleh) yang boleh datang kepada Tuhan (baca Mazmur 15). Orang benar adalah orang yang hidupnya tidak bercela dan hidup dalam kebenaran. Firman Tuhan menegaskan pula bahwa apabila orang benar berseru-seru (berdoa) kepada Tuhan dia akan memperoleh pertolongan, karena "Mata Tuhan tertuju kepada orang-orang benar, dan telinga-Nya kepada teriak mereka yang minta tolong," (Mazmur 34:16). Dari ayat ini jelaslah bahwa ada kuasa yang sangat dahsyat yang Tuhan berikan kepada orang-orang benar yang sungguh-sungguh beroda.
Sebenarnya, ada banyak kisah dalam Alkitab yang menceritakan betapa kuasanya doa orang benar itu. Ketika Elia berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Tuhan, mujizat pun terjadi. Saat berhadapan dengan Ahab, Elia berkata, "Demi Tuhan yang hidup, Allah Israel, yang kulayani, sesungguhnya tidak akan ada embun atau hujan pada tahun-tahun ini, kecuali kalau kukatakan." (1 Raja-Raja 17:1). Maka yang terjadi adalah hujan benar-benar tidak turun selama tiga setengah tahun. Namun ketika Elia berdoa kepada Tuhan supaya turun hujan, langit pun menurunkan hujan. Tertulis: "Maka dalam sekejap mata langit menjadi kelam oleh awan badai, lalu turunlah hujan yang lebat." (1 Raja-Raja 18:45a).
Begitu juga dengan Elisa. Ketika ia berdoa, minyak dalam buli-buli seorang janda yang terlilit hutang tidak habis-habis sampai minyak itu dapat dijual, sehingga hutang-hutangnya terbayar (2 Raja-Raja 4:1-7), dan karena doa Elisa pula anak perempuan Sunem yang mati hidup kembali ( 2 Raja-Raja 4:8-37). Contoh lain dapat juga kita baca dalam Yosua 10:12-15, di mana Yosua meminta kepada Tuhan agar matahari berhenti di atas Gibeon dan bulan di atas lembah Ayalon, dan doanya terkabulkan! Luar Biasa! Itu adalah beberapa contoh bagaimana Tuhan menjawab doa dari orang-orang benar.
Dalam menyampaikan segala sesuatu kebutuhan kita di muka bumi ini kepada Tuhan lewat doa, kita lebih sering tidak yakin dan tidak percaya kalau doa kita akan dijawab oleh Tuhan. Kita cenderung mengukur keberhasilan doa dengan membandingkan kehidupan kita dengan orang lain yang lebih baik dari kita.
Seperti disinggung di awal renungan ini, bahwa dalam waktu dekat akan diadakan momentum doa sedunia yang tahun ini tuan rumahnya adalah Indonesia. Kita semua harus benar-benar berdoa dengan sungguh-sungguh agar acara itu berlangsung dengan aman, tertib dan lancar. Tidak hanya dalam menyongsong acara tersebut baru kita berdoa dengan sungguh-sungguh. Mulai dari sekarang, kita harus berdoa dengan sungguh-sungguh dan hidup benar di hadapan Tuhan. Karena, doa orang benar sangat besar kuasanya. Amin.