21
Mei
 
A A A
Lingkungan - Minggu, 19 Feb 2012 00:57 WIB
Rumah tangga merupakan penghasil limbah terbesar di kota-kota di seluruh dunia, termasuk Kota Medan. Meski sampah yang dihasilkan setiap rumah tidak sama volumenya, namun dengan kepadatan rumah yang terkonsentrasi di sebuah kawasan, sebut saja kota, maka tak bisa dipungkiri bahwa rumah tangga memberikan kontribusi tsampah terbesar di kawasan perkotaan.
Pengertian limbah secara umum adalah bahan sisa yang dihasilkan dari suatu kegiatan dan proses produksi,, baik pada skala rumah tangga, industri, pertambangan dan sebagainya. Bentuk limbah tersebut dapat berupa gas dan debu, cair maupun padat. Di antara berbagai jenis limbah ini ada yang bersifat beracun atau berbahaya dan dikenal sebagai limbah barang bekas berbahaya (B3) atau ada yang menyebut bahan berbahaya dan beracun.

Bila tidak diolah, volume limbah yang cukup banyak, secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak dan mencemarkan lingkungan, bahkan membahayakan kesehatan manusia. Untuk limbah basah atau cair harus diolah dengan menggunakan teknologi berupa instalasi pengolahan air limbah. Setelah melalui proses lumayan rumit dan diyakini tidak berbahaya, baru dilepas ke badan air tempat di mana limbah tersebut dialirkan.

Penanganan limbah rumah tangga di wilayah perkotaan memang rumit dan kompleks. Di hampir seluruh kota besar, pencemaran air permukaan dan air tanah telah menjadi kendala dalam usaha peningkatan kualitas lingkungan. Pencemaran tersebut disebabkan sistem sanitasi yang masih buruk dan seringkali dialirkan begitu saja ke parit-parit dan sungai-sungai yang berdekatan dengan lingkungan pemukiman.

Untuk mengatasi masalah tersebut PDAM Tirtanadi hadir dengan menawarkan kepada

Air limbah domestik merupakan air yang timbul dari sisa kegiatan di rumah tangga, seperti air bekas mandi, mencuci dan kakus serta juga kegiatan lainnya yang dilakukan di dalam rumah. Air hujan bukan merupakan bagian dari air limbah domestik, karenanya air hujan harus dipisahkan penanganannya dari air limbah domestic dengan menyalurkannya ke saluran drainase kota.

Tujuan pengolahan air limbah domestik ini adalah dalam rangka menjaga kualitas lingkungan badan air penerima, seperti sungai, sehingga air limbah domestik yang dibuang ke sungai tersebut telah memenuhi baku mutu yang telah ditetapkan pemerintah.

PDAM Tirtanadi Medan telah mengoperasikan sistem pengelolaan air limbah untuk Medan sejak tahun 1995 yang memiliki kapasitas pengolahan sebesar 60.000 m3 per hari. Selain di Medan PDAM Tirtanadi juga mengelola air limbah domestik kota Parapat sejak tahun 2000 dalam rangka menjaga kualitas air Danau Toba.

Dengan memanfaatkan Instalasi Pengolahan Air Limbah diyakini kelestarian lingkungan akan terjaga dari limbah barang bekas berbahaya. Untuk itu PDAM Tirtanadi menawarkan pemasangan gratis saluran ke rumah-rumah masyarakat.

Bila sudah menjadi pelanggan kita tidak perlu membangun septic tank untuk rumah tangga, sebab semua dialirkan ke Instalasi Pengolahan Air Limbah PDAM Tirtanadi di Jalan Cemara.

Menurut keterangan, Seluruh rumah di kawasan perumahan Cemara Asri telah mendapat pelayanan dalam pembuangan limbah, sehingga tidak ada lagi air limbah yang dibuang ke parit. Cemara Asri benar-benar sebagai kawasan yang sangat asri berkat layanan IPAL Tirtanadi. (as)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Selasa, 07 Jun 2011 16:19 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris