Medan, (Analisa). Kepolisian Daerah Sumatera Utara berupaya untuk terus memaksimalkan kemitraan dengan mahasiswa demi peningkatan pemahaman akan tugas-tugas polisi dalam upaya menjaga ketertiban dan keamanan.
"Pemaksimalan kemitraan dengan mahasiswa itu salah satunya dilakukan dengan sering melakukan dialog pada berbagai kesempatan," kata Direktur Bimbingan Masyarakat (Dir Binmas) Polda Sumut Komisaris Besar Polisi Dr Hery Subiansury di Universitas Negeri Medan, Senin (13/2).
Hery Subiansury yang menyampaikan itu pada kuliah umum di Fakultas Ilmu Sosial Unimed mengatakan, dengan sering berdialog maka diharapkan rasa saling pengertian diantara kedua belah pihak akan semakin tinggi.
Dijelaskan, selain pengertian hal positif lainnya yang dapat diperoleh dengan dialog tersebut adalah kepolisian akan mengetahui lebih cepat isu-isu apa yang sedang berkembang di tengah-tengah mahasiswa atau masyarakat begitu juga apa yang diiginkan mahasiswa dari kepolisian.
Sebaliknya, dengan melakukan dialog itu, pihak kepolisian juga bisa menyampaikan tugas dan fungsi kepolisian di tengah-tengah masyarakat. Dengan dialog, maka diharapkan mahasiswa dan polisi bisa saling memahami yang pada akhirnya bisa saling membantu terutama dalam menjaga keamanan dan ketertiban.
"Kami tidak boleh menunggu, kami harus pro aktif turun langsung untuk tahu apa yang dibutuhkan adik-adik mahasiswa atau masyarakat," katanya.
Akhir 2011
Sementara Ketua Pusat Studi Hak-Hak Azasi Manusia (Pusham) Unimed Majda El Muhtaj mengatakan, akhir tahun 2011 merupakan hal yang sangat tidak baik bagi lembaga kepolisian, dikarenakan sering terjadi kasus-kasus yang menyangkut anggota polri.
Ini diperkuat dengan pengakuan ketua Komnas HAM bahwa Polri berada di posisi teratas yang diadukan oleh masyarakat yakni sebanyak 1.272 pengaduan, disusul oleh kasus yang menyangkut perusahaan dan pertanahan.
Kejadian ini sesungguhnya menciderai kelembagaan Polri sebagai garda terdepan dalam mengawal proses demokrasi dalam mengawal proses demokrasi di Indonesia. Untuk itu sebagai salah satu langkah posisif yang meski dilakukan adalah membangun dan meningkatkan kemitraan yang kuat dengan masyarakat.
Menurut Majda, kemitraan yang berjalan dengan baik akan memungkinkan terbinanya hubungan harmonis, saling pengertian dan selanjutnya saling mendukung dan menguatkan langkah-langkah reformasi di tubuh Polri. "Dengan kondisi yang sangat ideal itu maka diyakini rencana strategis Polri untuk memberikan pelayanan, pengayoman serta perlindungan kepada masyarakat bisa terlaksana dengan baik," jelasnya. (rmd)