21
Mei
 
A A A
Tajuk Rencana - Senin, 20 Feb 2012 00:09 WIB
LANGKAH organisasi militan Somalia, Al Shabaab, dan Al Qaeda, secara resmi mengumumkan penyatuan organisasi mereka, telah membawa implikasi tersendiri atas konflik Somalia maupun perang global melawan terorisme. Langkah ini semestinya menghidupkan alarm akan kembangkitan kembali organisasi terorisme internasional.
Pekan lalu, kedua organisasi itu, yang sama-sama dianggap sebagai organisasi teroris oleh masyarakat internasional, dengan secara terang-terangan dan terbuka mengumumkan penyatuan ke dua organisasi.

Bukan tanggung-tanggung, penyatuan organisasi ini diumumkan langsung oleh orang nomor satu kedua organasi. Dari Al Shabaab, diwakili oleh AhmedAbdi Godane dan dari Al Qaeda diwakili Ayman al-Zawahiri, pemimpin al Qaeda pengganti Osama bin Laden.

Selain mengumumkan secara resmi penyatuan organisasi itu melalui rekaman video yang dimuat di sejumlah situs internet militan global, Al Shabaab juga merayakan penyatuan ini dengan melakukan konvoi massal di sejumlah kota-kota Somalia, termasuk ibukota Mogadishu.

Tindakan ke dua organisasi ini merupakan langkah yang ‘luar biasa’. Maklum sejak perang global melawan teror digelar pasca serangan 11 September 2001, tak ada satu pun organisasi di dunia yang secara resmi menyatakan diri berafiliasi dengan Al Qaeda.

Organisasi-organisasi yang dituduh punya kaitan dengan Al Qaeda, seperti Tentara Islam Irak, Lashkar-e-Taeba di Pakistan, Abu Sayyaf di Pilipina, hingga organisasi yang disebut-sebut sebagai sayap Al Qaeda di Asia Tenggara, Jemaah Islamiyah, tak pernah mengumumkan afiliasi mereka dengan Al Qaeda.

Bahkan Taliban, yang dianggap memberikan tempat perlindungan dan pelatihan bagi Osama bin Laden, juga tak pernah sekalipun mengumunkan kerja sama mereka dengan Al Qaeda.

Al Qaeda sendiri juga tak pernah menyebut satu organisasi pun sebagai bagian atau afiliasi dari organiasi teroris paling terkenal di dunia itu. Langkah baru Al Qaeda dan Al Shabbab ini merupakan ‘terobosan’ baru.

Lalu apa arti penyatuan Al Shabaab dan Al Qaeda ini ?

Langkah kedua organisasi militan ini yang secara resmi mengumumkan afiliasi mereka ini jelas merupakan bagian kampanye ‘perang informasi’ yang dilancarkan Al Qaeda untuk menunjukkan keberadaan mereka yang sebenarnya hampir tamat.

Bagi Al Qaeda, pengumuman ini, yang tak pernah mereka lakukan sebelumnya, merupakan strategi untuk menunjukkan kepada dunia bahwa organisasi ini, yang sudah luluh lantak di berbagai penjuru dunia, masih eksis dan masih beroperasi. Aliansi ini untuk menunjukkan bahwa kelompok ini, yang saat ini tak jelas berpusat di negara mana, masih bisa membuat jaringan internasional (kembali).

Hal yang sama juga terjadi di kubu Al Shabaab. Setelah terdepak dari ibukota Mogadishu akibat serangan tentara pemerintah Somalia yang dibantu tentara Ethiopia, Al Shabaab ingin mengatakan pada penduduk Somalia dan juga dunia, bahwa mereka masih mempunyai ‘taring’ untuk kembali menguasasi Somalia.

Penyatuan ini jelas telah menghidupkan alarm bagi kebangkitan kembali organisasi teroris internasional sebab peristiwa ini mengingatkan kita kembali atas aliansi Al Qaeda dan Taliban.

Taliban pernah memberikan tempat bagi Al Qaeda untuk menjadikan wilayah mereka di Afghanistan menjadi pangkalan dan pelatihan bagi para teroris Al Qaeda yang selanjutnya disebar ke seluruh dunia. Al Shabaab tampaknya juga akan memberikan hal yang sama.

Baca Juga Artikel Berita Terkait
Selasa, 15 Mei 2012 06:58 WIB
Sabtu, 12 Mei 2012 06:58 WIB
Penyusupan ke Organisasi Al Qaeda
Senin, 07 Mei 2012 01:27 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris