21
Mei
 
A A A
Aneka - Selasa, 21 Feb 2012 07:53 WIB
Rusia Yakin Iran Pasti Akan Balas Serangan Agresor,  Kepala Badan Intel Israel ke Amerika Serikat
(aneka)
PEJABAT militer Rusia Jenderal Nikolai Makarov mengatakan, jika Iran mendapat serangan dari negara lain, Iran akan sanggup melancarkan serangan balasan terhadap negara agresor tersebut.
Sementara itu Kepala Dinas Intelijen Israel Tamir Pardo kabarnya melakukan lawatan rahasia ke AS untuk mencari tahu reaksi Amerika jika Israel melakukan serangan ke fasilitas nuklir Iran.

Situasi di Iran belakangan ini diawasi oleh pihak Rusia. "Kami sedang mengawasi situasi di Iran dari hari ke hari, bila muncul agresi dari sebuah negara terhadap Iran, kami tidak mengesampingkan akan adanya serangan balasan dari Iran," papar Makarov, seperti dikutip RIA Novosti, Selasa (14/2).

Makarov juga menyinggung masalah perkembangan situasi di Iran terkait program nuklir Negeri Persia itu. Menurut Makarov, situasi di Iran akan mengalami perkembangan pada musim panas di tahun ini.

"Solusi yang berkaitan dengan nuklir Iran akan muncul pada musim panas di tahun ini," imbuhnya.

Hingga saat ini, Israel masih mengancam akan menyerang Negeri Persia itu untuk melemahkan program nuklirnya yang dinilai kontroversial oleh sejumlah negara Barat. Amerika Serikat dan Barat juga masih gencar memberikan sanksi kepada Iran.

Sebagai negara peratifikasi Perjanjian Non-Poliferasi Nuklir (NPT), Iran tentunya dapat mengembangkan nuklirnya untuk kepentingan damai, seperti halnya pembangkit listrik. Iran juga telah menjelaskan program nuklirnya berkali-kali kepada komunitas internasional.

Tapi, pihak Barat nampaknya tidak dapat menerima alasan dari Iran terhadap isu nuklir. Selain itu, Rusia juga mengkritisi negara-negara Barat yang dinilai selalu menjatuhkan sanksi-sanksi ke Iran.

Rahasia

Dilaporkan pula bahwa kepala dinas intel Israel Pardo melakukan kunjungan rahasia untuk mencari tahu reaksi AS jika Israel menyerang fasilitas nuklir Iran.

Pardo, yang mengepalai Mossad, dikabarkan terlibat pembicaraan rahasia dengan rekan dari AS. Pembicaraan tersebut kini diketahui bocor ke media dan dikeluarkan oleh majalah Newsweek yang berjudul "Obama"s Dangerous Game With Iran" (Permainan berbahaya Obama dengan Iran".

Meski judul artikel tersebut menyebutkan Obama, tapi dalam tulisan itu justru memaparkan pembicaraan antara Pardo dengan Kepala Dinas Intelijen AS (CIA) David Petraeus.

Hasil pembicaraan ini disampaikan oleh seorang pejabat AS yang menolak disebut namanya. Pejabat itu mengklaim Kepala Mossad tersebut menghujani pertanyaan kepada David Petraeus.

"Apa posisi kami (Israel) mengenai Iran? Apakah siap untuk mengebomnya? Kapan waktu yang tepat untuk melakukan itu semua? Apa yang akan terjadi jika Israel tetap melakukannya?" tanya Pardo kepada Patreaus menurut pengakuan pejabat Israel kepada Newsweek seperti dikutip Daily Telegraph, Rabu (15/2).

Namun hal tersebut tidak dijawab oleh Patreaus. Dia mengakui memang melakukan pertemuan dengan Pardo, tetapi pertemuan itu dilakukan untuk membahas kekhawatiran Israel atas program nuklir Iran.

Ketika ditanya oleh komite Senat AS, Patreaus lebih memilih menjawab pertanyaan mengenai kesiapan Israel secara tertutup dengan pihak komite. Pihak Israel sendiri membantah laporan dari artikel tersebut.  (ozc/bh)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Jumat, 18 Mei 2012 00:07 WIB
Selasa, 15 Mei 2012 06:53 WIB
Senin, 14 Mei 2012 08:57 WIB
Jumat, 11 Mei 2012 09:53 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris