IRAN mengumumkan beberapa pencapaian terbarunya dalam bidang nuklir, hal yang selama ini membuat Barat gemas. Inikah era kebangkitan Iran, meski Barat siap menghadang?
Pemerintah Teheran mengumumkan pencapaian-pencapaian tersebut, termasuk kemampuan memperkaya uranium dengan lebih cepat. Barat pun semakin gelisah, curiga Iran benar-benar ingin membuat bom atom.
"Era melakukan gertakan terhadap bangsa lain sudah lewat. Kekuatan arogan tak bisa memonopoli teknologi nuklir. Mereka berusaha mencegah kita lewat sanksi dan resolusi, tapi gagal. Kita akan maju terus," ujar Presiden Mahmoud Ahmadinejad dalam sebuah acara di ibukota Iran.
Dalam acara itu Ahmadinejad memperlihatkan balok bahan bakar nuklir, generasi baru sentrifugal dan sejumlah obat radioaktif. Balok bahan bakar buatan pakar-pakar Iran sendiri dibuat dari uranium yang diperkasa 20 persen di inti Reaktor Riset Teheran.
Televisi Iran menayangkan langsung acara itu di mana Ahmadinejad mendapat penjelasan singkat tentang proses produksi dan kinerja balok bahan bakar tersebut dan kemudian dia memasukkan balok itu ke inti reaktor tadi.
Ahmadinejad juga memperlihatkan generasi baru sentrifugal untuk pengayaan uranium. Sentrifugal buatan anak negeri itu merupakan generasi keempat.
Ahmadinejad menyatakan, sentrifugal generasi keempat ini harusnya bisa menyuling uranium tiga kali lebih cepat ketimbang sebelumnya. Jika sentrifugal modern ini digunakan, Iran bisa mempersingkat waktu mengumpulkan cadangan uraniumnya.
Artinya, uranium sebanyak itu bisa digunakan untuk memasok listrik atau jika disuling lebih lanjut, untuk bahan peledak nuklir. Tahun lalu, Iran sudah memasang dua model terbaru untuk pengujian situs riset nuklir dekat Kota Natanz.
Tingkatkan
Ahmadinejad menyatakan, Iran sudah meningkatkan jumlah teknologi sentrifugal di situs pengayaan utama di Natanz dan katanya, sudah ada sembilan ribu mesin serupa yang terpasang di tempat tersebut.
Secara serempak, TV itu menunjukkan "prestasi-prestasi" lain dalam teknologi nuklir Iran, termasuk obat radioaktif untuk mengatasi kanker.
Pencapaian bidang nuklir yang diumumkan Iran melibatkan pengayaan uranium berteknologi sentrifugal generasi baru dan pasokan bahan bakar produksi domestik untuk pertama kalinya ke reaktor riset. Tak lama lagi, reaktor itu diharapkan beroperasi.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran berhasil mengembangkan dan menguji generasi sentrifugal untuk menggantikan model teknologi lama yang sudah mulai tidak beres, ‘P-1’. Pada Januari lalu, Iran menyatakan sukses memproduksi batang bahan bakar nuklir untuk reaktor itu.
Dalam laporan terbaru mengenai Iran, lembaga pengawas nuklir PBB menyatakan telah ada delapan ribu sentrifugal yang terpasang di Natanz dan lebih dari 6.200 di antaranya sudah beroperasi.
Langkah Iran yang dianggap sebagai kebangkitan ini, ditanggapi dengan negatif oleh Barat. Sanksi makin diperbanyak, memaksa Iran berdagang dengan barter minyak bumi dan emas. Bahkan, beberapa ilmuwan nuklir Iran tewas terbunuh.
Surat
Sementara itu televisi Iran yang berbahasa Arab, Al Alam melaporkan, pemerintahnya telah menyerahkan surat kepada Kepala Kebijakan Asing Uni Eropa (UE) Catherine Ashton. Isinya, kesiapan Iran berdiskusi mengenai program nuklirnya.
Sekian lama, Iran menolak segala macam ajakan diskusi bertujuan menghentikan program nuklirnya. Mereka bersikeras, program nuklirnya digunakan sebagai sumber energi alternatif untuk mengatasi lonjakan permintaan domestik.
Sementara Amerika Serikat dan Israel tidak menyingkirkan kemungkinan akan melakukan aksi militer jika sanksi dan diplomasi terhadap Iran dianggap gagal. Soal perkembangan terbaru Iran, Washington juga punya pendapat.
Pihak Amerika Serikat mengatakan tak ada yang baru atau menakjubkan dari pengumuman yang dibuat Iran itu. "Tak ada yang baru, ini bukan berita besar. Bahkan, sepertinya berlebihan," kilah seorang jubir Kementerian Luar Negeri AS. (cd/ic-bh)