21
Mei
 
A A A
Aneka - Selasa, 21 Feb 2012 07:54 WIB
DI tengah upaya perdamaian antara kelompok separatis Moro (MILF) dengan pemerintah Pilipina, aksi penculikan marak terjadi di Pulau Mindanao. MILF khawatir kondisi ini dapat merusak upaya perdamaian.
"Penculikan terhadap warga asing ataupun lokal adalah tindakan tidak terpuji dan pantas untuk dicela serta ditindak," ujar pernyataan MILF yang memang berada di Mindanao dalam website resmi mereka Luwaran.com, seperti dikutip AFP, Jum’at (17/2).

Pernyataan MILF ini dikeluarkan di puncak negosiasi damai antara pemerintah Pilipina dengan kelompok MILF di Kuala Lumpur, Malaysia yang berakhir Rabu (15/2).

Kelompok ini mengemukakan, adalah perbuatan buruk menculik siapa pun.

Tetapi, ketika warga asing yang diculik masalahnya akan menjadi tambah pelik karena melibatkan isu terorisme internasional.

"Masalah (penculikan) ini akan menjadi makanan bagi pihak yang ingin mengaitkan konflik di Mindanao dengan terorisme global," lanjut pernyataan MILF.

Sebelumnya ada tuduhan bahwa MILF memberikan bantuan atau memberikan perlindungan kepada kelompok teroris di Mindanao. Kelompok yang dibantu antara lain Abu Sayyaf dan Jemaah Islamiyah.

Namun MILF membantah keras tuduhan tersebut. Meskipun mereka mengakui bahwa sebagian mantan pejuang MILF bergabung dengan kelompok separatis yang tidak lagi memiliki arah.  (ozc/bh)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 07 Jan 2012 07:21 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris