SEDIKITNYA 44 narapidana tewas dalam kerusuhan antar kelompok berseteru di dalam penjara Monterrey, Meksiko, Minggu (19/20. Kerusuhan berdarah antara dua kelompok kartel yang beroperasi di penjara itu.
Kerusuhan dalam penjara Meksiko itu terjadi beberapa hari setelah kebakaran maut di Honduras, yang kembali menunjukkan terlalu padatnya penghuni penjara di Amerika Latin.
Korban tewas di penjara Meksiko tersebut jatuh saat bentrokan-bentrokan pecah pada Minggu dinihari antara geng-geng berseteru yang beroperasi di penjara Apodaca, dekat Monterrey, yang dihuni sekira 3.000 narapidana kendati kapasitas resminya cuma 1.500 orang.
Dikenal sangat rawan kekerasan dan terlalu padat penghuninya, penjara-penjara di wilayah itu sarat dengan berbagai problema seperti merajalelalnya perdagangan narkoba dan anggota geng yang berusaha balas dendam.
Populasi penjara di Meksiko dan Amerika Tengah telah membengkak seiring dengan semakin besarnya peran wilayah tadi dalam perdagangan gelap kokain. Semua itu berarti bahwa fasilitas-fasilitas ketinggalan jaman tersebut mendapat tekanan makin berat.
"Ada 44 korban tewas dalam kerusuhan itu. Korban jiwa dalam kerusuhan di penjara itu sebagian besar menderita luka pukul, tikaman dan bahkan menderita lemparan batu saat perkelahian terjadi pada Minggu," ujar juru bicara pihak keamanan Monterrey Jorge Domene seperti dikutip Reuters, Senin (20/2).
Para tahanan yang berada dalam penjara dekat perbatasan dengan Texas, Amerika Serikat ini termasuk diantara anggota kelompok kartel narkoba Zetas dan Gulf. Mungkin kedua kelompok tersebut yang terlibat dalam kerusuhan tersebut.
Diamankan
"Kami harapkan setelah mayat korban kerusuhan teridentifikasi, kami bisa menentukan siapa yang bertanggungjawab dalam insiden ini," imbuh Domene.
Beberapa saat setelah kejadian, penjara itu kemudian diamankan oleh pihak keamanan. Sementara proses penyelidikan pun dilakukan beberapa saat setelah kerusuhan.
Menurut jubir tadi, situasi di dalam penjara itu kini tenang dan bahwa para ahli forensik kini berusaha mengidentifikasi mayat-mayat tersebut. Para keluarga berkumpul di luar penjara Apodaca, 30 kilometer dari Monterrey, Meksiko Utara, menanti kabar tentang orang-orang yang mereka cinta, dengan sejumlah wanita pingsan.
Kerusuhan di penjara itu merupakan perkelahian maut kedua dalam beberapa bulan terakhir di area Monterrey setelah tujuh napi tewas dan 12 cedera dalam bentrokan di penjara Cadereyta pada Oktober silam.
Angka korban jiwa dalam kedua insiden tampaknya lebih tinggi daripada kematian total di tiga penjara utama Monterrey tahun lalu, ketika 50 napi tewas akibat eksekusi, perkelahian, dan dugaan bunuh diri.
Penjara di Meksiko memang kerap diliputi kerusuhan, mengingat penghuni penjara merupakan para tahanan kelompok kartel narkoba. Mereka umumnya terlibat persaingan peredaran narkoba di dalam penjara.
Sementara Pemerintahan Presiden Felipe Calderon tak henti-hentinya melakukan operasi anti-narkoba yang menyebabkan puluhan ribu warga Meksiko tewas.
Kota Monterrey sendiri diwabahi oleh kekerasan, di saat Calderon meningkatkan operasi penumpasan peredaran narkoba di wilayah tersebut. (afp/ozc-bh)