JIKA anda punya uang dan ingin memamerkannya, rumah megah, mobil limosin dan kapal layar kini sudah tidak cukup lagi. Bagi kalangan orang super kaya di Asia, memiliki sebuah jet pribadi telah menjadi lambang status terakhir.
Karena itu para pembuat jet pribadi kini mengincar miliarder yang jumlahnya makin banyak saja di Asia dan para multi-jutawan hadir beramai-ramai di Singapore Airshow, yang berakhir pada akhir pekan.
Perusahaan Embraer dari Brazil memenuhi pesanan jet pribadi Legacy 650 dari Jackie Chan. Jet yang diberi hiasan unik warna putih, merah dan kuning yang terinspirasi naga mitos China itu diterbangkan ke Singapura untuk pameran kedirgantaraan tersebut.
Bintang kungfu kondang kelahiran Hong Kong itu, yang memiliki banyak pengikut di China, ditunjuk sebagai duta merek perusahaan tadi untuk pertama kalinya pada Pebruari ini.
Pesawat berkapasitas 13 seat milik Chan itu, yang berharga 31,5 juta dolar AS, merupakan salah satu dari sejumlah jet eksekutif yang dipamerkan oleh pelaksana airshow, termasuk Bombardier dari Kanada dan Gulfstream Aerospce Corp berbasis di AS.
"Asia-Pasifik, seperti yang anda ketahui, merupakan sebuah pasar yang kini tumbuh sangat baik," ujar presiden Embraer Ernest Edwards, yang perusahaannya juga membuat pesawat komersial, di pameran tadi.
Asia kini memiliki konsentrasi jutawan terbesar kedua di dunia setelah AS, dengan China dan India mencetak millioire pada tingkat mencengangkan, menurut sebuah penelitian oleh Merrill Lynch Global Wealth Management and Capgemini.
Layani
Para pembuat jet kini melayani para orang super kaya yang disebut sebagai individu "ultra high net worth" dan para keluarga dengan aset-aset yang dapat diinvestasikan setidaknya 30 juta dolar.
Suatu daftar entry-level Phenom 100 dari Embraer dimulai dari angka kekayaan 4,055 juta dolar -- jumlah kecil, jika bisa dibilang begitu, untuk calon konsumen yang diincar.
Embraer memperkirakan jet-jet eksekutif yang bernilai 40-48 miliar dolar AS akan terjual di Asia dalam 10 tahun ke depan -- setengahnya di China.
Perusahaan itu mengirimkan jet eksekutifnya yang pertama di Asia kepada seorang konsumen tak disebutkan jatidirinya pada 2004 dan kini 40 jet demikian telah beroperasi di wilayah ini.
Tak mau dikalahkang, Gulstream telah membuka kantor pemasaran di Beijing dan mendirikan sebuah perusahaan patungan untuk mengoperasikan pusat layanan jet bisnis di bandara internasional di ibukota China.
Perusahaan tersebut dengan demikian akan jadi perusahaan jet pribadi pertama yang menawarkan layanan perawatan, perbaikan dan overhaul kepada para konsumennya di China, jelas Mark Burns, presiden Gulfstream Product Support.
Ekspansi
"Pada akhirnya, kami akan melihat ekspansi kapabilitas layanan kami sebagai hal penting untuk menjaga posisi nomor satu kami di pasar China dalam hal pangsa pasar dan reputasi," paparnya.
Gulfstream menjelaskan hampir separuh dari pesanannya dalam kwartal ketiga 2011 berasal dari wilayah Asia-Pasifik, dan lebih 40 dari pesawatnya kini digunakan di China.
Beberapa waktu lalu, Gulfstream menerima pesanan kuat untuk 20 jet dari perusahaan China, Minsheng Leasing dalam Oktober tahun lalu.
Turut memperebutkan kueh China adalah Sino Jet berbasis di Hong Kong, yakni sebuah perusahaan penerbangan bisnis khusus yang didirikan pada Mei tahun lalu oleh pengusaha wanita China Jenny Lau, seorang mantan bankir swasta.
Perusahaan Lau, yang disewa superstar Chan untuk mengurus jetnya, menawarkan beragam layanan kepada kliennya dari perawatan pesawat dan penyediaan kru pesawat hingga pembuatan jadual penerbangan dan makanan dalam pesawat.
"Saya yakin betul ini merupakan sebuah industri yang maju pesat di China. Dengan keunggulan budaya dan bahasa, saya memiliki keunggulan-keunggulan absolut memulai bisnis ini," papar Lau. (afp/bh)