21
Mei
 
A A A
Ekonomi Market - Rabu, 22 Feb 2012 00:01 WIB
Singapura, (Analisa). Valuta regional Asia umumnya menguat pada Selasa (21/2), menyambut disepakatinya bailout tahap kedua untuk Yunani.
Para menteri keuangan Uni Eropa dalam sidang hingga Selasa dini hari akhirnya sepakat untuk memberikan dana talangan kedua pada Yunani sebesar €130 miliar euro.

Namun ada juga investor yang melakukan aksi ambil untung karena keyakinan persetujuan bantuan itu sudah difaktorkan sebelumnya.

Selain itu, gagalnya pasar efek kawasan menguat secara tajam membuat pelaku pasar semakin berhati-hati mengambil posisi.

Won menguat menyambut langkah investor yang terus memburu saham di bursa efek lokal dan adanya stop loss penjualan dolar.

Tapi kenaikan won tertahan setelah data terbaru menunjukkan bahwa Korsel mencatat defisit perdagangan sebesar $3,86 miliar hingga 20 Febuari tahun ini.

Sebaliknya Rupiah justru anjlok di tengah euforia bailout Yunani.

Pada awal perdagangan, rupiah berada di level 8.990 per dolar.

Menurut pelaku pasar, bailout Yunani belum menjawab tuntas semua permasalahan ekonomi yang melilit sejumlah negara zona euro.

Pada pukul 10.00 WIB, rupiah berada di posisi 9.050.

Di lain pihak, pasar telah mengantisipasi kemungkinan disetujuinya bantuan untuk Yunani. Karena itu, investor cenderung profit taking rupiah seiring reli euro yang terjadi belakangan ini.

Pada tengah hari, rupiah melemah ke level 9.055.

"Apalagi, ada beberapa hal yang harus diselesaikan Yunani untuk bisa mendapatkan dana bailout itu," tutur pedagang.

Sepanjang sore, rupiah bergerak pada kisaran 9.050-9.055.

IHSG ditutup melaju 22,698 poin (0,57%) ke level 4.002,951.

Rupiah ditutup 9.035 per dolar AS Selasa, turun dari 8.990 Senin.

Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:

Dolar Singapura: 1,2554 per dolar AS, turun dari 1,2532

Dolar Taiwan: 29,535, naik dari 29,554

Won Korea: 1.122,20, naik dari 1.123,15

Baht Thailand: 30,70, naik dari 30,74

Peso Pilipina: 42,65, turun dari 42,56

Rupee India: 49,15, naik dari 49,16

Ringgit Malaysia: 3,0175, naik dari 3,0190,

Yuan China: 6,2961, naik dari 6,3010.

Di Tokio, yen bergerak pada kisaran terendah dalam beberapa bulan terakhir terhadap sejumlah mata uang dunia menyusul langkah Bank of Japan menerapkan kebijakan moneter yang lebih longgar baru-baru ini.

Terhadap dolar, yen diperdagangkan pada tingkat 79,66, tidak jauh dari 79,89, tingkat terendah dalam enam setengah bulan terakhir, yang terjadi Senin lalu.

"Dolar agaknya akan tertahan setelah kenaikan kuat," kata pengamat.

Perdagangan berlangsung di bawah suasana euforia keberhasilan Yunani mendapatkan dana bantuan yang dibutuhkannya.

Indeks Nikkei ditutup turun 22,07 poin (0,23%) ke level 9.463,02.

Dolar AS terakhir tercatat 79,76 yen, naik dari 79,63 sebelumnya.

Di London, semangat tuntasnya bailout Yunani ternyata hanya mampu mengangkat euro sementara waktu saja.

Investor lebih memilih menjual euro jika terjadi reli di balik keraguan terhadap kemampuanYunani mengelola utang.

Mata uang tunggal Eropa itu juga tertekan karena adanya penjualan dari sejumlah bank sentral Timur Tengah ketika sebelumnya kurs naik menyambut kabar baik dari Yunani.

"Satu masalah (bailout) telah tuntas, tapi masih banyak hal lain yang harus diselesaikan dan untuk jangka pendek euro agaknya akan diperdagangkan di bawah pergerakan rata-rata 100 hari," kata Jeremy Stretch dari CIBC World Market.

Kurs dolar AS terhadap valuta- valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:

Yen Jepang: 79,73 per dolar AS, naik dari 79,63

Franc Swiss: 0,9125, naik dari 0,9117

Dolar Kanada: 0,9955, naik dari 0,9936

Sterling terhadap dolar AS: 1,5818, turun dari 1,5841

Euro terhadap dolar AS: 1,3227, turun dari 1,3239.

HARGA EMAS

Di Comex New York, harga naik pada pembukaan perdagangan Selasa.

Kontrak April diperdagangkan pada level $1.747,30 per ounce, meningkat $21,40 dari sebelumnya.

Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) tercatat $1.746,60 per ounce, bertambah $12,50 dari sebelumnya.

Di London, emas terangkat mengikuti reli singkat mata uang euro setelah para menkeu zona Eropa meneken kesepakatan bantuan yang akan menghindari Yunani dari kebangkrutan.

Korelasi positif antara euro dan emas semakin kuat dibandingkan beberapa waktu lalu.

Selain itu, logam mulia ini kini cenderung mengikuti pasar efek dan aset berisiko lainnya.

Pada siang hari, harga emas tercatat $1.739,06 per ounce, naik dari $1.733,52 pada penutupan sebelumnya di New York.

Harga perak tercatat $33,65 per ounce.

Di Asia, emas naik ke tingkat tertinggi dalam satu setengah pekan terakhir seiring melemahnya dolar setelah para pengambil kebijakan zona euro akhirnya meloloskan bantuan finansial untuk Yunani.

Logam mulia ini bergerak dalam kisaran $1.700 dan $1.760 selama dua minggu terakhir, mengikuti maju mundurnya usaha Yunani dalam mendapatkan dana bailout yang sangat dibutuhkannya itu.

"Emas kemungkinan memasuki fase konsolidasi dalam jangka pendek karena tidak ada katalis," kata Xou Xinqiang dari Jinrui Futures.

Di Singapura, spot terakhir tercatat $1.740,35 per ounce, naik $6,83 dari penutupan sebelumnya di New York.

Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2012 untuk sesi sore tercatat 4.480 yen per gram, naik 29 yen dari sebelumnya.
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Sabtu, 19 Mei 2012 02:14 WIB
Jumat, 18 Mei 2012 00:06 WIB
Jumat, 18 Mei 2012 00:01 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris