21
Mei
 
A A A
Singkat Ekonomi - Rabu, 22 Feb 2012 00:04 WIB
Teheran, (Analisa). Pemerintah Iran tengah mempertimbangkan untuk memperluas embargo minyak di Prancis dan Inggris ke negara-negara Eropa lainnya yang dinilai ikut "menyerang" kebijakan Teheran.
"Jika tindakan bermusuhan dari beberapa negara Eropa terus berlanjut, ekspor minyak ke negara-negara tersebut bakal dihentikan," papar Kepala Perusahaan Minyak Negara, Ahmad Qalehbani, seperti dilansir laman Yahoofinance, Selasa (21/2).

Sebelumnya, Minggu (19/2), Iran menghentikan ekspor minyak ke Prancis dan Inggris, sebagai balasan atas embargo Uni Eropa terhadap program nuklir Teheran yang dijadwalkan mulai berlaku Juli.

Sejak embargo tersebut diberlakukan

Sejak embargo diumumkan bulan lalu, sejumlah pejabat Iran mengatakan bahwa Teheran juga harus memberikan sanksi secepatnya, sebelum negara-negara Eropa mendapatkan pemasok alternatif.

Berita ini membuat harga minyak melonjak ke level tertinggi selama sembilan bulan terakhir, mencapai 105 dollar AS per barel dalam perdagangan di Asia, kemarin.

Qalehbani memperkirakan harga minyak dunia bisa naik lebih tinggi lagi. "Situasi pasar saat ini menunjukkan bahwa ada kemungkinan harga minyak melewati 150 dollar AS per barel," ujar dia.

Selama ini, Spanyol, Belanda, Yunani, Jerman, Italia dan Portugal merupakan negara-negara Eropa yang menjadi pelanggan setia minyak Iran.

Beberapa negara kemungkinan tidak lagi mengimpor minyak Iran. Prancis tampaknya meremehkan dampak dari tindakan Teheran, dengan mengatakan perusahaan minyak negaranya sudah berhenti membeli minyak mentah Iran.

Qalehbani mengatakan permintaan minyak Iran meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Dia mengatakan Iran berusaha mendapatkan kontrak "tanpa syarat".

Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran, Ali Akbar Salehi, memperkirakan ketegangan antara Iran dan negara-negara Uni Eropa tidak berlangsung lama. "Hubungan Iran dengan negara-negara Uni Eropa tidak bisa terus tegang dalam waktu yang lama," tutur Salehi.

"Negara-negara Eropa memerlukan Iran, begitu pula sebaliknya, jadi kami saling melengkapi satu sama lain." Uni Eropa tercatat mengimpor 18 persen minyak dari Iran.

Sanksi yang diberikan Uni Eropa bersamaan dengan tindakan lainnya yang diberlakukan oleh Amerika Serikat sebagai bagian dari upaya Barat untuk menggagalkan program nuklir Iran, yang dikhawatirkan bertujuan untuk mengembangkan senjata atom. Iran membantah tuduhan tersebut dan mengatakan program nuklirnya untuk tujuan damai. (IntrNews/ipot)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Hari ini Pkl. 00:02 WIB
Jumat, 18 Mei 2012 00:07 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris