Brussels, (Analisa). Menyusul perundingan secara maraton selama 13 jam, menteri keuangan negara anggota zona euro hari Selasa menyetujui bailout (talangan) kedua untuk Yunani yang sedang dibelit hutang yang akan mengatasi kebutuhan finansial (Athena) secepatnya, walau nampaknya akan sulit menghidupkan kembali ekonomi negara itu yang sudah hancur.
Para menteri keuangan itu menyetujui berbagai langkah untuk mengurangi hutang Yunani hingga sekitar 120% PDB per 2020, mendekati target awal 120%, setelah para perunding untuk pemegang obligasi pihak swasta diharapkan mau menerima kerugian lebih besar guna membantu menutupi kekurangan dana.
Persetujuan tentang paket penyelamatan 130 miliar euro dengan persyaratan ketat akan membantu mengurangi ketidak-pastian berbulan-bulan yang menggoncang blok mata uang tunggal itu, dan menghindarkan kebangkrutan Yunani yang sudah membayang.
Euro sempat naik hampir setengah persen menyusul adanya laporan tentang deal tersebut, yang dipersiapkan untuk para menteri keuangan dimaksud oleh pakar-pakar Uni Eropa (UE), Bank Sentral Eropa (ECB) dan IMF, yang kemudian mengatakan bahwa Yunani memerlukan bantuan tambahan untuk mengurangi hutangnya hingga mendekati target hutang resmi 2020 karena keadaan ekonominya yang makin memburuk.
Jika Athena tidak melakukan reformasi ekonomi dan penghematan, maka hutangnya bisa mencapai 160% nanti. Persetujuan itu akan memungkinkan Athena meluncurkan swap obligasi dengan investor swasta untuk membantu mengurangi dan merestrukturisasi hutangnya yang besar, menempatkannya pada posisi keuangan yang stabil dan tetap bisa berada di dalam zona euro 17 negara.
Utang 100 Miliar Euro Akan Dihapus
Sekitar 100 miliar euro hutang akan dihapuskan dengan obligasi swap bank dan asuransi yang mereka pegang untuk sekuritas jangka lebih panjang dibayarkan dengan kupon murah. Para pemegang surat hutang Yunani di sektor swasta diperkirakan akan rugi sampai 53,5% atau lebih atas nilai nominal obligasi mereka. Sebelumnya mereka setuju dengan penghapusan nominal 50%, yang sama dengan sekitar 70% kerugian atas nilai bersih obligasi sekarang.
Ketika terdapat kesangsian di Jerman dan di negara lain bahwa Yunani akan sanggup memenuhi komitmennya, termasuk melakukan pengurangan belanja sampai 3,3 miliar euro dan menaikkan pajak, ancaman penularan akibat default hutang Yunani yang kacau-balau selalu membuat deal lebih memungkinkan.
PM Yunani Lucas Papademos, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Presiden ECB Mario Draghi ikut di dalam perundingan di Brussels itu, yang mengisyaratkan bahwa mereka cenderung bisa memutuskan sesuatu.
Deal tersebut akan segera memulihkan keadaan di Athena dan pasar keuangan, namun tidak satu pihakpun yakin hal itu akan mengakhiri problema yang dihadapi Yunani. Data pekan lalu menunjukkan ekonomi negara itu menciut 7% YoY kuartal terakhir 2011, jauh lebih tinggi dari perkiraan, dengan penurunan lebih jauh kemungkinan akan membuat keadaan makin buruk.
Troika yang terdiri dari Komisi Eropa, ECB dan IMF, bertanggung-jawab memonitor perkembangan reformasi Yunani, melakukan evaluasi setiap kuartal dan salah satu dari lembaga itu bisa memutuskan apakah Athena memenuhi komitmennya atau tidak. (Rtr/sy.a)