Banda Aceh, (Analisa). Sebanyak lima pasang calon Gubernur/Wakil Gubernur Aceh periode 2012-2017 yang akan bertarung dalam pemilihan umum kepala daerah (Pilkada) 9 April mendatang, diajak untuk duduk satu meja dalam suatu acara bertajuk; "Ngopi bareng atau coffee morning" antar kandidat.
Kegiatan yang bertujuan untuk menurunkan tensi politik yang memanas menjelang Pilkada itu digagas Penjabat (Pj) Gubernur Aceh, Ir Tarmizi A Karim, M.Sc, dengan harapan kondisi bisa sedikit mencair serta dapat menciptakan suasana persahabatan dan persaudaraan di antara sesama kandidat yang akan dipilih jutaan masyarakat Aceh. Juga akan merumuskan Pilkada Aceh yang damai dan demokratis.
"Saya menginginkan di antara para kandidat gubernur itu bisa tercipta suasana keakraban dan persahabatan dan tidak ada persaingan atau saling bermusuhan, karena itu saya akan mengundang mereka untuk kumpul dan ngopi bareng dengan pada satu meja," ujar Tarmizi Karim kepada wartawan, Selasa (21/2) usai menghadiri rapat koordinasi tentang Pilkada yang dihadiri unsur Muspida di Gedung DPRA.
Lima pasang kandidat Gubernur/Wakil Gubernur Aceh yang akan bertarung dalam Pilkada mendatang adalah Irwandi Yusuf-Muhyan Yunan, Tgk Ahmad Tajuddin-HT Suriansyah, Muhammad Nazar-Nova Iriansyah, Darni M Daud-Ahmad Fauzi dan dr Zaini Abdullah-Muzakkir Manaf.
Makin Memanas
Namun, proses yang terjadi menjelang Pilkada Aceh membuat suhu politik di tingkat elit semakin memanas, terutama antara Irwandi Yusuf yang maju melalui jalur perseorangan (independen) dengan pasangan Zaini Abdullah dan Muzakir Manaf yang diusung Partai Aceh. Ketiga kandidat ini merupakan mantan petinggi Gerakan Aceh Merdeka (GAM).
Ditambahkan, suasana persahabatan yang tercipta antar kandidat menjelang Pilkada sangat penting, mengingat tingkat persaingan dan rivalitas yang tercipta sangat tinggi, dan kalau tidak bisa mencair akan berefek pada pada para pendukung kandidat di tingkat bawah.
"Justru ini yang sangat mengkhawatirkan bagi kita yang menginginkan pelaksanaan Pilkada Aceh berjalan lancar, aman dan damai. Kalau para kandidat masih saling perang kata-kata di media, lalu para pendukungnya terpancing, tentu sangat berbahaya karena akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," terang Tarmizi.
Namun demikian, Tarmizi Karim belum membocorkan kapan rencana mempertemukan lima pasang kandidat itu akan digelar. Ia hanya bilang akan melaksanakan ngopi bareng ini dalam waktu dekat. "Saya yakin mereka pasti akan datang. Dengan duduk sambil ngopi bareng, kita ngobrol-ngobrol santai untuk memecahkan kebekuan, agar sikap bersahabat muncul," sebutnya.
Pj Gubernur Aceh ini juga mengharapkan Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh dapat menginstruksikan para ulama dan pendakwah untuk menyampaikan agar masyarakat ikut menciptakan Pilkada damai. Selain itu, seluruh jajaran Muspida Aceh dan Muspida kabupaten/kota diminta untuk berperan aktif dan tidak pasif dalam melakukan kegiatan untuk kepentingan masyarakat.
"Kalau semua elemen bisa kita berdayakan maka akan bisa mensupport terciptanya Pilkada damai. Kalau dari atas saja maka ada yang terputus nantinya di bawah, ini yang saya khawatirkan," tandasnya. (mhd)