Palembang, (Analisa). Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera H Gatot Pujo Nugroho ST mengusulkan empat ruas tol untuk dijadikan prioritas pembangunan dalam program percepatan pembangunan jalan tol Sumatera yang digagas Kementerian BUMN. Pemprovsu siap membentuk konsorsium dengan Jasa Marga dan pemerintah kabupaten/kota serta perusahaan yang berminat, demi percepatan pembangunan ke empat ruas tol dimaksud.
Usulan tersebut disampaikan Plt Gubsu pada Pertemuan dengan Menteri BUMN Dahlan Iskan bersama Gubernur se Sumatera dan PT Jasa Marga, di Griya Agung Palembang, Senin (20/2). "Dukungan Menteri BUMN untuk percepatan pembangunan jalan tol di Sumatera ini tentunya merupakan kesempatan yang baik. Langkah inovatif percepatan pembangunan tol ini akan kita manfaatkan sepenuhnya, demi percepatan pembangunan ekonomi di Sumut," ujar Plt Gubsu.
Plt Gubsu meyakini keempat ruas jalan tol tersebut strategis dan akan memberikan multiplier effect yang luas dalam mendukung perecepatan pembangunan perekonomian Sumatera Utara. Keempat ruas tol yang tersebut adalah ruas Kuala Namu-Tebing Tinggi sepanjang 35 km, Medan-Binjai sepanjang 15,8 km, Tebing Tinggi-Sei Mangke sepanjang 50 km dan tol ruas Sei Mangke-Kuala Tanjung sepanjang 25 km. Kepada Menteri BUMN, Plt Gubsu menjelaskan bahwa untuk ruas tol Kuala Namu-Tebing Tinggi, sekitar 54% dari total kebutuhan lahan sudah dibebaskan, sehingga percepatan pembangunannya dapat dilakukan.
Pertumbuhan ekonomi
Menurut Gatot, keempat ruas tol tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi di Sumut, selaras dengan ditetapkannya provinsi ini sebagai Koridor Ekonomi Sumatera, yaitu Masterplan Percepatan Perluasan Pembangunan Ekonomi (MP3EI) yaitu kawasan ekonomi khusus (KEK) Sei Mangkei.
Di sisi lain, Gatot juga mengungkapkan bahwa jalan tol nantinya akan memperluas pengembangan potensi daerah di berbagai bidang antara lain pariwisata, perkebunan, pertambangan, perikanan dan sebagainya.
Kepala Bappeda Provsu Radil Akhir dalam kesempatan berbeda kemarin, menjelaskan bahwa Pemrovsu beserta pemerintah kabupaten/kota terkait akan melakukan berbagai persiapan-persiapan sebagaimana kesepakatan pada pertemuan di Palembang.
"Di antara persiapan yang akan dilakukan adalah dari sisi perencanaan, perizinan, penyediaan lahan, pencadangan kawasan ekonomi dalam rangka mendukung kelayakan ruas-ruas tol yang akan dibangun," ujarnya didampingi Kasi Perhubungan Bappeda Sumut, Harris Lubis.
Dijelaskan, ruas Kuala Namu-Tebing Tinggi (35 km), ruas Tebing Tinggi-Sei Mangkei (50 km) dan ruas tol Sei Mangkei-Kuala Tanjung (25 km) merupakan bagian dari rencana pembangunan ruas tol Tebing Tinggi-Kisaran yang pra-studi kelayakannya telah dilakukan Badan Pengaturan Jalan Tol (BPJT).
Sedangkan untuk ruas Kuala Namu-Tebing Tinggi, akan dilakukan pembahasan lanjutannya dengan PT Jasa Marga pada Rabu, 29 Februari 2012. Ruas tol tersebut merupakan lanjutan tol Medan-Kuala Namu yang saat ini sudah terikat kontrak antara Ditjen Bina Marga Kementerian PU RI dengan Harbour Engineering Co Ltd, China State Construction ENgineering Corp Ltd dan PT Hutama Karya. (rel/rrs)