Kediri, (Analisa). Wakil Presiden Boediono mengatakan, partai politik yang mendapatkan sorotan tajam di tengah tingginya harapan publik terhadap penyelenggaraan negara yang efektif, efisien, bersih, transparan dan berwibawa, menandakan bahwa keinginan itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi.
"Akhir-akhir ini partai politik di tanah air mendapatkan sorotan tajam dan hal itu bukanlah sesuatu yang mengejutkan," kata Wapres Boediono di Kediri, Jawa Timur, Selasa.
Hal tersebut disampaikan Wapres saat memberikan sambutan sekaligus membuka Musyawarah Kerja Nasional I Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tahun 2012 dan Halaqah Nasional Alim Ulama di Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri.
Hadir dalam acara itu Menteri Koordinator Politik dan Keamanan Djoko Suyanto, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD, Menteri Agama dan Ketua Umum DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suryadharma Ali, Gubernur Jawa Timur Soekarwo, serta pimpinan Ponpres Lirboyo KH Idris Marzuki.
Dikatakan Wapres, partai politik sebagai pilar utama demokrasi dan salah satu sumber utama kepemimpinan bangsa, wajar apabila ia dituntut untuk dapat menyiapkan dan menghasilkan kader-kader bangsa yang profesional, jujur, berintegritas tinggi dan berwawasan luas.
"Sorotan itu nampaknya menandakan bahwa harapan itu belum sepenuhnya dapat dipenuhi," kata Wapres.
Menurutnya, partai politik sebagai pilar utama demokrasi, juga dituntut untuk dapat menciptakan kehidupan politik yang sehat melalui keteladanan dan pendidikan politik kepada masyarakat luas.
Ini pun, katanya, nampaknya belum sepenuhnya memenuhi harapan masyarakat. "Menjawab tantangan-tantangan dan harapan seperti itu adalah pekerjaan rumah bagi partai-partai politik di tanah Air," katanya.
Boediono mengingatkan Indonesia merupakan negara dengan jumlah pemeluk agama Islam terbesar di dunia.
Sebagai partai nasional yang membawa simbol agama Islam, kondisi ini tentu sangat menguntungkan perjuangan PPP. Namun di sisi lain ia membawa tanggung jawab yang tidak kecil bagi PPP. Sebagai partai nasional, PPP juga diharapkan berkembang terus menjadi partai yang inklusif.
"Di Indonesia yang majemuk ini upaya untuk menjadi partai yang inklusif merupakan tantangan tersendiri," kata Wapres Boediono.
Dikatakan, dengan makin meningkatnya taraf pendidikan rakyat dan berkembang pesatnya kelas menengah di negeri ini, konstituen menjadi makin rasional dan makin cerdas dalam menentukan pilihannya.
Dalam kondisi seperti itu hanya partai politik yang benar-benar dapat menyerap aspirasi mereka yang akan survive dan berkembang dalam jangka panjang.
Sebagai partai yang berlambangkan Ka"bah, PPP juga menjadi tumpuan harapan masyarakat untuk menunaikan perannya dalam menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa, utamanya kerukunan antar-umat beragama dan kerukunan intra-umat beragama.
"Tentu menjaga kerukunan dan keutuhan bangsa bukan tugas PPP sendiri, tapi tugas kita semua, seluruh komponen bangsa Indonesia," kata Wapres. (Ant)