21
Mei
 
A A A
Nasional - Rabu, 22 Feb 2012 07:06 WIB
Jakarta, (Analisa). Konflik lahan di Pulau Padang, Kabupaten Meranti, Riau, menyisakan perih di hati Misriati. Sebab suaminya tewas mengenaskan dengan kondisi gosong saat konflik pecah. Dia pun mengadu ke Komnas HAM.
"Saya ingin mengadukan ketidakprofesionalan penyidikan yang dilakukan Polda Riau dalam penanganan kasus meninggalnya suami saya, Chadirin," kata Misriati kepada wartawan di Komnas HAM, Jakarta, Selasa (21/2).

Dia menjelaskan, Chadirin tewas "diadili" sejumlah orang saat konflik terjadi. Chadirin merupakan operator alat berat PT Excavarindo Agung Pratama (EAP) di Pulau Padang, Kabupaten Meranti. PT EAP merupakan perusahan yang dikontrak oleh PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) untuk membersihkan lahan guna HTI perusahaan tersebut.

Chadirin tewas pada 13 Juli 2011 di dalam eskavator. Misriati lantas menunjukkan beberapa foto, antara lain foto eskavator yang terkena dua tembakan dan jendelanya pecah. Selain itu ditunjukkan pula foto jenazah Chadirin yang hangus, bahkan wajahnya nyaris tak dapat dikenali.

"Kejadiannya 13 Juli 2011 pukul 02.00 WIB dan sampai saat ini belum selesai. Keluarga lalu memotivasi untuk lapor Komnas HAM," tutur perempuan 32 tahun itu.

Dia menuturkan pada malam kejadian, suaminya bekerja berdua dengan Slamet sedang menggarap hutan. Lalu datang orang beramai-ramai membawa senjata dan semacam obor. Sempat terdengar pula suara tembakan.

"Slamet bisa menyelamatkan diri. Pukul 05.00 WIB Slamet melapor ke pihak perusahaan bahwa terjadi pembunuhan," imbuh Misriati.

Selama hampir setahun Misriati tidak bisa tenang. Sebab pelaku pembunuhan suaminya belum ditangkap dan diproses hukum. Harapan besar pun digantungkan ke Komnas HAM, agar bisa mendorong pengusutan tuntas kasus itu.

"Saya sebenarnya sudah melapor kemarin dan Komnas HAM mengatakan akan menindaklanjuti. Saya hari ini ke sini lagi untuk memastikan kasus ini akan ditindaklanjuti sekaligus pamit karena nanti saya akan pulang," terang Misriati.

Karena tidak bertemu dengan komisioner Komnas HAM, Misriati yang didampingi adiknya pun pulang. (dtc)
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris