Harare, (Analisa). Presiden Zimbabwe Robert Mugabe memasuki usia 88 tahun, Selasa (21/2). Ia berjanji untuk tetap menjabat meski dari dalam keluhan partainya menyarankan sudah seharusnya ia menyerahkan kekuasaan kepada pemimpin yang lebih muda.
Masyarakat internasional menjatuhkan hukuman atas catatan kebijakan ekonomi dan pelanggaran HAM negaranya.
Mugabe mengatakan ia masih sehat dan dalam kondisi yang prima, dalam sebuah wawancara dengan siaran televisi negara pada Senin malam, dan tidak memberikan referensi atas laporan media bahwa ia menjalani perawatan atas kanker prostat yang dideritanya di Singapura.
"Pada usia sekarang, saya masih dapat melakukan perjalanan jarak jauh ke beberapa tempat, mampukah saya," kata Mugabe, tertawa sambil menepukkan tangannya dan menggoyangkan kursinya.
Mugabe pernah menjadi tokoh global yang terkenal luwes dengan sifat humorisnya dan daya intelektualnya dalam beberapa tahun awal ia menjabat ketika seorang keluarga kaya Zimbabwe memuji atas pendidikan dan sistem sosial negara tersebut.
Namun sebelum menjabat, ia pernah menjadi seorang sampah masyarakat di Barat, dipersalahkan atas jatuhnya perekonomian dan pelanggaran HAM besar-besaran untuk mempertahankan genggaman kekuasaannya.
Mugabe, satu dari pemimpin Afrika yang paling lama menjabat, mengatakan partainya ZANU-PF akan memilih penggantinya saat yang tepat, namun ia tidak berniat mundur untuk saat ini.
"Anggota partai kami pasti akan memilih seseorang jika saya mengatakan saya sudah lelah, tapi tidak sekarang," katanya dalam sebuah wawancara.
Mugabe telah berbagi kekuasaan dengan lawan politik lamanya Perdana Menteri Morgan Tsvangirai selama lebih dari tiga tahun terakhir pasca aksi kekerasan dan perselisihan pemilu pada 2008. (Rtr/echo)