21
Mei
 
A A A
Mancanegara - Rabu, 22 Feb 2012 07:28 WIB
Seoul, (Analisa). Korea Selatan (Korsel) akan meminta dukungan internasional pada pertemuan PBB pekan depan dalam usaha menyelamatkan pengungsi Korea Utara (Korut) yang ditahan di China dan akan dipulangkan, kata kementerian luar negeri Korsel, Selasa (21/2).
Para aktivis dan anggota-anggota parlemen mengatakan sekitar 30 warga Korut akan dipulangkan kendatipun mereka menghadapi hukuman berat apabila pulang ke negara mereka.

Kementerian luar negeri tidak mengonfirmasikan jumlah pengungsi itu.

Tetapi seorang juru bicara mengatakan Seoul berulang-ulang mendesak Beijing tidak memulangkan sedikitnya 10 orang yang dikonfromasikan ditahan di kota Shenyang, China timur laut bulan ini.

"Karena diskusi bilateral kami (dengan China) tidak berlangsung mulus, kami akan melakukan usaha-usaha dukungan internasional melalui berbagai saluran termasuk UNHCR (Komisi Tinggi PBB Urusan Pengungsi)," katanya kepada AFP.

Para diplomat Seoul akan mengutarakan masalah itu untuk mejamin keselamatan para pengungsi Korut itu dalam pertemuan UNHCR di Jenewa pekan depan, katanya, tetapi tidak secara khusus mengecam China.

Kelompok-kelompok hak asasi manusia mengecam kebijakan China yang akan memulangkan para warga Korut yang dianggap Beijing sebagai migran ekonomi itu bukannya memberi mereka status pengungsi.

Jurubicara itu juga mengkonfirmasikan laporan media bahwa 11 pengungsi Korut terkurung di kosulat-konsulat Korsel di Beijing dan Shenyang selama hampir tiga tahun karena China menolak mengizinkan mereka menuju Korsel. "Mereka datang untuk meminta bantuan (Korsel). Sekarang, tidak ada jalan bagi mereka untuk keluar dari sana," katanya.

Surat kabar JoongAng Ilbo memberitakan Beijing berusaha menghambat upaya-upaya lebih jauh untuk memasuki misi-misi diplomatik Korsel di China.

Lebih 21.700 warga Korut meninggalkan negara mereka sejak Perang Korea 1950-1953, sebagian besar dalam beberapa tahun belakangan ini.

Mereka biasanya lari ke China, bersembunyi dan kemudian pergi ke negara ketiga untuk mencari tempat tinggal di Korel.

Para aktivis melakukan sejumlah protes di depan kedubes China di Seoul sejak pekan lalu, menuntut Beijing tidak memulangkan para pengungsi itu.

Puluhan pemrotes Selasa menyebut China "penonton penyiksaan dan eksekusi publik" di Korut.

Satu kelompok pengungsi Korut yang berada di Seoul menyerukan Beijing menghormati Deklarasi Hak Asasi Manusia Universal PBB, dengan mengatakan para pengungsi akan menghadapi" penyiksaan bahkan bisa sampai dengan ekseksi" jika mereka dipulangkan.

"Izinkanlah orang-orang yang tidak bersalah itu kesempatan untuk hidup," kata para sarjana dan mahasiswa yang kini kuliah di Yeomyung School dalam satu pernyataan dihadapan satu aksi protes lainnya dekat kedubes itu Selasa. (Ant/AFP)
Baca Juga Artikel Berita Terkait
Rabu, 09 Mei 2012 07:08 WIB
Selasa, 08 Mei 2012 07:00 WIB
Kamis, 12 Apr 2012 06:43 WIB
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris