Teheran, (Analisa). Perwira senior militer Iran mengatakann, Selasa (21/2), Iran siap mengambil tindakan mendahului serangan terhadap musuh-musuhnya jika kepentingan nasionalnya terancam.
"Kami sekarang menerapkan strategi akan menyerang tanpa menunggu aksi musuh-musuh, jika mereka jelas mengancam kepentingan nasional Iran," kata perwira militer itu, Mohammad Hejari.
Iran tengah menghadapi peningkatan tekanan internasional dan pengucilan terkait kegiatan nuklirnya . Perluasan sanksi-sanksi Barat bertujuan untuk memblokade ekspor minyak . Sebagai akibatnya, Teheran mengancam akan menuntut balas dengan menutup jalur pelayaran Selat Hormuz yang dianggap vital bagi pasokan energi global.
Namun, seorang petugas intelijen senior AS pekan lalu mengatakan meski dinas-dinas spionase AS yakin Iran akan membalas jika diserang, mereka kira tidak mungkin memulai konflik.
Israel dan AS tidak mengesampingkan aksi militer terhadap Iran jika sanksi-sanksi dan diplomasi gagal menghentikan kampanye energi nuklir Iran.
Para penyelidik PBB telah memulai tahap kedua pembicaraan di Teheran dalam waktu tiga pekan, meminta penjelasan Iran terkait laporan intelijen seputar "kemungkinan dimensi militer" atas program nuklir Iran.
Sementara itu, Menteri Pertahanan Iran Ahmad Vahidi pada Selasa mengatakan Iran akan terus embangunan angkatan laut negaranya.
Pernyataan Vahidi tersebut menanggapi keberadaan armada angkatan laut Iran di Laut Mediterania atau Laut Tengah yang dikcam Israel.
Dia mengatakan pihaknya telah meningkatkan kekuatan dari pasukan angkatan laut Iran meski negara itu menghadapi sanksi selama 30 tahun terakhir.
Vahidi mengatakan kehadiran kapal perang Iran di Laut Tengah untuk kedua kalinya menunjukkan rencana serius Iran untuk mempertahankan kehadiran di perairan internasional.
Oleh karena itu, lanjut dia, wajar jika Israel dan negara lainnya ketakutan dengan kekuatan Iran tersebut.
Menteri itu juga menambahkan keberhasilan Iran melewati terusan Suez sebanyak dua kali menunjukkan tidak efektifnya sanksi terhadap Iran.
Sejumlah media melaporkan, kapal-kapal perang Iran telah memasuki wilayah Laut Mediterania melalui Terusan Suez. Kapal tersebut adalah kapal perusak Shadid Qandi dan kapal pasokan Kharg. Belum bisa dipastikan tujuan kapal-kapal tersebut.
Ini merupakan kedua kalinya kapal-kapal perang Iran melintasi Suez, sejak negara itu menjadi republik Islam pada 1979 lalu. (Rtr/es/Ant/IRNA-OANA)