New Delhi, (Analisa). Sedikitnya 15.000 orang tewas setiap tahunnya ketika menyeberang rel kereta api di India, demikian angka yang diuangkapan dalam laporan pemerintah yang digambarkan sebagai "pembunuhan massal" yang terjadi akibat minimnya standar keamanan di negara itu, Selasa (21/2).
Laporan itu mengatakan pejalan kaki bersalah karena melanggar ketentuan hukum dengan menyeberang di tempat yang tidak semestinya. Laporan itu menyebutkan 6.000 kematian itu terjadi di kota padat penduduk, Mumbai.
"Tidak ada satupun yang dapat menerima "pembataian" seperti itu akibat buruknya sistem perkeretaapian," kata laporan itu sembari menambahkan perlunya usaha untuk meningkatkan keamanan bagi pejalan kaki untuk mencegah korban tewas.
Sedikitnya 41 orang tewas setiap harinya akibat melintas di jalur kereta api India, yang membawa 18 juta penumpang setiap hari. Jaringan kereta api itu masih melayani rute jarak jauh meskipun bersaing ketat dengan maskapai penerbangan swasta.
Selain kecelakaan saat melintasi trek, penyebab lain kematian termasuk tabrakan kereta api, jatuh dari pintu terbuka dan terkena lintasan. Sebagian besar jalur kereta api di India tidak berpagar dan memungkinan orang untuk melintas dimana pun.(Ant/AFP)