21
Mei
 
A A A
Aneka - Rabu, 22 Feb 2012 07:40 WIB
Polisi New York Awasi Ketat Mahasiswa Muslim
(ap photo)
KEPOLISIAN di New York, Amerika Serikat kabarnya mengawasi dengan ketat gerak-gerik para mahasiswa Muslim yang bersekolah di kota itu. Mereka bahkan mengirim intelijen untuk memonitor segala kegiatan para siswa.
Laporan itu dipicu cerita seorang mahasiswa bernama Adeela Khan yang menerima surat undangan untuk menghadiri sebuah konferensi Islam di Toronto, Kanada. Khan pun mengirim undangan itu kepada rekan sesama Muslim di sebuah universitas di Buffalo.

Ternyata undangan yang disebar melalui email itu sudah dilacak oleh Kepolisian New York (NYPD). Alhasil nama Khan masuk dalam daftar yang dibuat oleh NYPD dan dilabeli "SECRET" atau "Rahasia". Dokumen soal Khan bahkan diterima langsung oleh Komisioner NYPD Raymond Kelly.

Target

Laporan itu beserta beberapa dokumen lainnya, diperoleh oleh kantor berita AS, Associated Press. Dokumen-dokumen ini memperlihatkan berbagai divisi intelijen NYPD memfokuskan operasi mereka sebagai bagian dari program melakukan pengawasan yang ditargetkan kepada Muslim New York.

NYPD bahkan mengawasi sebuah website yang dibuat sekelompok mahasiswa Muslim di Yale, University of Pennsylvania, Rutgers dan 13 universitas lain yang berada di wilayah pesisir Timur.

Polisi bahkan berkordinasi dengan otoritas lokal untuk mengawasi seorang dosen di Buffalo dan mengirim agen yang sedang menyamar, ke sebuah acara alam universitas. Parahnya, agen-agen ini bahkan mencatat berapa kali para mahasiswa ini melakukan shalat.

Sodorkan

Saat ditanya mengenai pengawasan ini, juru bicara kepolisian Paul Browne langsung menyodorkan 12 nama orang yang ditangkap atau didakwa hendak melakukan aksi teror di AS dan luar negeri.

"Kami melakukan penangkapan terhadap Jesse Morton, yang bulan mengaku bersalah melayangkan ancaman kepada kreator acara televisi ‘South Park’. Dia (Morton) bahkan berusaha merekrut pengikutnya di Stony Brook University di Long Island," ucap Brown seperti dikutip oleh Associated Press, Selasa (21/2).

Namun perilaku pihak NYPD ini adalah sebuah pelanggaran berat dari hak para mahasiswa. "Saya melihat ada pelanggaran hak dalam tindakan ini," tutur seorang mahasiswa Tanweer Haq.

"Tidak ada yang ingin masuk dalam daftar FBI atau NYPD atau apapun. Mahasiswa Muslim ingin hidup mereka sendiri dengan privasi mereka terjaga serta menikmati kebebasan dan kesempatan seperti dimiliki orang lain," lanjutnya.

Menilai hal ini Walikota New York Michael Bloomberg berulangkali berkilah bahwa pihak kepolisian hanya mengikuti laporan resmi tentang dugaan aktivitas kriminal.  (ozc/bh)
Iklan
 
Berita Terpopuler
Resensi Film
Iklan Baris