Singapura, (Analisa). Mata uang kawasan Asia ditutup tak menentu dalam perdagangan hari Rabu (22/2).
Won tertekan akibat aksi ambil untung di balik kekhawatiran terhadap kemampuan Yunani merestrukturisasi utangnya, sementara baht Thailand melejit menembus level resistensi.
Sekalipun mampu menghindari kebangkrutan dengan diloloskannya paket bantuan, prospek ekonomi Yunani tetap saja kelabu, suatu masalah yang dapat menggagalkan Athena menerapkan langkah penghematan yang amat ketat.
Dolar AS naik atas won di balik aksi tutup posisi short yang dilakukan investor.
Hanya saja, kejatuhan won masih tertahan oleh adanya pembelian yang dilakukan eksportir.
Selain itu, investor asing terus memburu saham-saham di bursa efek Seoul sehingga diperkirakan mata uang won tidak akan turun lebih rendah lagi.
Baht naik menembus pergerakan rata-rata 200 hari atas dolar untuk pertama kali sejak medio September, dengan dukungan investasi asing yang masuk ke pasar surat utang dan efek.
Sementara terhadap rupiah, dolar kembali melanjutkan penguatan sebelumnya.
Pada awal perdagangan, rupiah berada di level 9.035 per dolar.
Analis mengatakan melemahnya nilai tukar uang Indonesia terhadap dolar AS dipicu respon pelaku pasar yang tidak terlalu reaktif pasca kesepakatan bailout kedua Yunani.
Pada pukul 10.00 WIB, rupiah berada di posisi 9.050.
Investor banyak menahan diri menunggu perkembangan lebih lanjut dari penanganan masalah krisis utang Yunani meski bailout sudah disetujui.
Pada tengah hari, rupiah berada di level 9.050.
Sementara meroketnya harga minyak mentah dunia ikut menekan rupiah.
Sepanjang sore, rupiah bergerak pada kisaran 9.050-9.060.
IHSG menipis 7,927 poin (0,20%) ke level 3.995,024.
Rupiah ditutup 9.045 per dolar AS Rabu, turun dari 9.035 Selasa.
Kurs terakhir berbagai mata uang Asia terhadap dolar AS, tercatat sebagai berikut:
Dolar Singapura: 1,2573 per dolar AS, turun dari 1,2554
Dolar Taiwan: 29,590, turun dari 29,535
Won Korea: 1.127,15, turun dari 1.122,20
Baht Thailand: 30,58, naik dari 30,70
Peso Pilipina: 42,60, naik dari 42,65
Rupee India: 49,26, turun dari 49,15
Ringgit Malaysia: 3,0245, turun dari 3,0175
Yuan China: 6,2960, naik dari 6,2961.
Di Tokio, yen merosot ke level terendah dalam enam bulan terakhir terhadap dolar akibat importir lokal dan pemain asing melepas unit uang Jepang itu.
Dolar melonjak hingga 80,08 yen sebelum sedikit melunak.
Kejatuhan yen merupakan kelanjutan dari efek pelemahan terkait kebijakan moneter longgar yang diputuskan Bank of Japan pekan lalu, mengangkat dolar hingga di atas 80,00 yen untuk pertama kali sejak Agustus 2011, ketika greenback melejit ke posisi 80,25 yen.
Menurut trader, kenaikan dolar ke tingkat lebih tinggi terhadang oleh order jual dolar yang dilakukan para eksportir.
Indeks Nikkei ditutup 90,98 poin (0,96%) lebih tinggi ke level 9.554,00.
Dolar AS terakhir tercatat 80,04 yen, naik dari 79,70 sebelumnya.
Di London, euro turun dari tingkat tertinggi dalam dua pekan terakhir atas dolar seiring bergantinya optimisme atas bailout dengan keprihatinan soal implementasi yang berisiko dan pertumbuhan.
Sejak akhir Januari lalu, euro diperdagangkan antara $1,30 dan $1,33 dan analis mengatakan euro/dolar hanya akan keluar dari kesaran tersebut jika terjadi kemunduran besar dalam penanganan krisis Yunani.
Euro juga tertekan dengan hasil survei PMI sektor jasa yang turun jauh lebih rendah dari ekspektasi.
Bank sentral Eropa diharapkan menyuntik dana segar hampir €500 miliar ke sistim perbankan, meskpiun ada yang memperkirakan jumlahnya mencapai €1triliun.
Kurs dolar AS terhadap valuta- valuta utama lainnya dapat dicatat sebagai berikut:
Yen Jepang: 80,22 per dolar AS, naik dari 79,70
Franc Swiss: 0,9119, naik dari 0,9116
Dolar Kanada: 0,9976, naik dari 0,9965
Sterling terhadap dolar AS: 1,5705, turun dari 1,5783
Euro terhadap dolar AS: 1,3233, turun dari 1,3239.
HARGA EMAS
Di Comex New York, harga turun pada pembukaan perdagangan hari Rabu.
Kontrak April diperdagangkan pada level $1.755,30 per ounce, susut $3,20 dari sebelumnya.
Harga spot pada jam 13.05 GMT (20.05 WIB) tercatat $1.751,40 per ounce, berkurang $8,90 dari sebelumnya.
Di London, emas tergerus dari tingkat tertinggi dalam dua pekan akibat keprihatinan terhadap masalah keuangan Eropa yang menekan euro dan pasar saham.
Emas cenderungan mengikuti pergerakan euro dan aset berisiko lainnya.
Mata uang tunggal Eropa itu sulit menguat atas dolar seiring dengan pudarnya optimisme atas bantuan yang diterima Yunani.
Paket bantuan senilai $172 miliar yang diperoleh Yunani mengharuskan negara itu menerapkan kebijakan anggaran sangat ketat dan Athena masih harus melakukan restrukturisasi utang dengan pihak swasta.
Dalam jangka panjang, emas masih mendapat topangan dari berlanjutnya kebijakan bunga rendah Fed, pembelian oleh bank sentral dan meningkatnya permintaan dari China.
Goldman Sachs kembali menegaskan pandangannya yang positif atas emas selama 12 bulan ke depan.
Pada siang hari, harga emas tercatat $1.754,93 per ounce, turun dari $1.759,84 pada penutupan sebelumnya di New York.
Harga perak tercatat $34,08 per ounce, turun 0,6% dari sebelumnay.
Di Asia, pasaran bertahan setelah naik ke titik tertinggi dalam lebih dari dua pekan terakhir.
Keprihatinan soal implementasi kesepakatan bailout untuk Yunani menekan kenaikan yang disulut oleh tercapainya kesepakatan itu.
Pasar juga prihatin dengan pernyataan seorang petinggi Uni Eropa yang memperingatkan bahwa paket bantuan senilai 130 miliar euro tersebut tidak cukup untuk mengakhiri krisis utang.
Pasar fisik hingga saat ini masih sepi.
"Kami tidak melihat adanya permintaan yang besar di pasar fisik, baik dari industri maupun toko perhiasan," kata Dick Poon dari Heraeus.
Di Singapura, spot terakhir tercatat $1.757,80 per ounce, turun $1,19 dari penutupan sebelumnya di New York.
Di Tokio, kontrak benchmark Desember 2012 untuk sesi sore tercatat 4.527 yen per gram, naik 48 yen dari sebelumnya.
Di Hong Kong, harga spot emas pada 10.50 GMT (17.50 WIB) Rabu ditutup $1.753,60 per ounce, naik dari $1.737,10 Selasa. (RM/AP/AFP/dtc/My)